Menhub Dudy Galang Dukungan Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan ICAO
- 30 Sep 2026 13:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan ICAO Part III periode 2026-2028
- Indonesia sebelumnya menduduki kursi Dewan ICAO selama 12 periode berturut-turut pada 1962-2001
- Audit ICAO mencatat Effective Implementation keselamatan Indonesia sebesar 78,85 persen dan keamanan penerbangan 88,53 persen
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan ICAO Part III periode 2026-2028. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kontribusi Indonesia dalam tata kelola penerbangan sipil internasional.
Ia menyampaikan pencalonan tersebut kepada duta besar dan perwakilan negara anggota ICAO berkedudukan di Jakarta. Penyampaian dilakukan melalui resepsi diplomatik sebagai upaya memperoleh dukungan keanggotaan Indonesia, Selasa, 29 September 2026.
Menurut Dudy, penerbangan sipil tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi bagi masyarakat Indonesia. Sektor tersebut juga menghubungkan masyarakat, mendukung perdagangan dan pariwisata, serta mendorong pembangunan ekonomi dan sosial.
"Di wilayah geografis yang luas, sistem penerbangan yang aman, terjamin, efisien, dan berkelanjutan sangatlah penting. Untuk menghubungkan masyarakat serta mendukung pembangunan nasional kita," ujar Dudy di Jakarta, Selasa, 26 September 2026.
Indonesia menempatkan kemitraan dengan ICAO dan persahabatan bersama seluruh negara anggota sebagai bagian penting pencalonan. Keanggotaan tersebut dinilai menjadi kesempatan berkontribusi dalam membentuk penerbangan sipil global yang aman, tangguh, berkelanjutan, dan inklusif.
Indonesia sebelumnya pernah menduduki kursi Dewan ICAO selama 12 periode berturut-turut pada 1962 hingga 2001. Bertambahnya jumlah anggota Dewan ICAO dari 36 menjadi 40 negara membuka peluang Indonesia kembali berkontribusi secara global.
Data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mencatat penerbangan melayani 24,9 juta penumpang domestik hingga semester pertama 2026. Sementara itu, sebanyak 18,5 juta penumpang internasional dilayani melalui 257 bandar udara dengan 297 rute domestik dan 160 rute internasional.
Layanan penerbangan tersebut dioperasikan 14 maskapai nasional dan 59 maskapai asing yang melayani berbagai rute penerbangan. Dari sisi keselamatan, audit ICAO USOAP mencatat Effective Implementation Indonesia mencapai 78,85 persen.
Capaian tersebut melampaui rata-rata global 70,6 persen dan rata-rata Asia Pasifik 69,6 persen dalam audit keselamatan penerbangan ICAO. Pada audit keamanan ICAO USAP, Indonesia mencatat 88,53 persen atau melampaui target global sebesar 75 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....