Kemenhub Perkuat Kesiapsiagaan Darurat di Bandara APT Pranoto
- 19 Sep 2026 14:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenhub menggelar latihan AEE dan ACE untuk menguji kesiapan menghadapi keadaan darurat di Bandara APT Pranoto Samarinda
- Latihan melibatkan lintas instansi, termasuk pemerintah daerah, TNI/Polri, BMKG, AirNav Indonesia, dan maskapai
- Evaluasi observer eksternal menjadi bahan perbaikan untuk menyempurnakan prosedur dan memperkuat koordinasi penanganan keadaan darurat
RRI.CO.ID, Samarinda - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat melalui latihan terpadu di Bandara APT Pranoto. Latihan tersebut menguji kesiapan personel, peralatan, prosedur, serta koordinasi berbagai unsur menghadapi kondisi darurat secara terpadu.
Pelatihan penanggulangan keadaan darurat berlangsung di Bandar Udara APT Pranoto Samarinda, Jumat, 18 September 2026. Kegiatan tersebut dipimpin Kepala BLU Kantor UPBU Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, bersama berbagai unsur terkait.
Simulasi tersebut terbagi menjadi dua agenda utama, yakni Airport Emergency Exercise (AEE) dan Airport Contingency Exercise (ACE). Agenda AEE dilaksanakan Unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran bersama Komite Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara.
I Kadek mengatakan pelaksanaan latihan menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan personel serta efektivitas prosedur penanganan keadaan darurat. Menurutnya, seluruh prosedur harus mampu dijalankan secara cepat, tepat, terkoordinasi, dan sesuai standar operasional berlaku.
“Latihan ini tidak hanya untuk menguji kesiapan personel dan peralatan, tetapi juga memastikan seluruh prosedur penanggulangan keadaan darurat dapat dilaksanakan. Secara cepat, tepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan,” ujar I Kadek di Bandar Udara APT Pranoto Samarinda, Jumat, 18 September 2026.
Agenda selanjutnya berupa ‘Airport Contingency Exercise’ dilaksanakan Unit Aviation Security bersama seluruh Komite Keamanan Bandar Udara terkait. Melalui simulasi tersebut, unsur keamanan menguji kesiapan menghadapi berbagai kondisi darurat di lingkungan bandar udara.
Setiap unsur menguji kemampuan menjalankan tugas, termasuk komunikasi, koordinasi, pengambilan keputusan, serta mobilisasi sumber daya ketika menghadapi keadaan darurat. Mekanisme tersebut diperlukan agar seluruh pihak mampu menjalankan fungsi masing-masing secara terpadu selama situasi darurat berlangsung.
I Kadek menilai keterlibatan berbagai instansi diperlukan karena penanganan keadaan darurat membutuhkan respons terpadu dan terkoordinasi. Latihan bersama tersebut juga memastikan setiap pihak memahami peran, tugas, dan tanggung jawab masing-masing secara jelas.
“Karena itu, melalui latihan bersama ini kami ingin memastikan setiap pihak memahami peran, tugas, dan tanggung jawabnya. Sehingga ketika terjadi kondisi darurat yang sebenarnya, respons dapat dilakukan secara terpadu dan efektif,” katanya.
Latihan tersebut melibatkan Ditjen Perhubungan Udara, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Samarinda, serta sejumlah instansi lainnya. Unsur TNI dan Polri mencakup Lanud Dhomber Balikpapan, Polresta Samarinda, dan Kodim 0901/Samarinda, selain BIN, Imigrasi, Bea Cukai, Kekarantinaan, BMKG, AirNav Indonesia, serta maskapai.
Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri evaluasi oleh observer eksternal untuk mengukur efektivitas respons darurat yang telah diuji. Evaluasi tersebut sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih membutuhkan peningkatan dalam pelaksanaan penanganan keadaan darurat.
“Hasil latihan ini akan menjadi bahan untuk melakukan penyempurnaan prosedur dan memperkuat koordinasi. Sehingga kesiapsiagaan bandar udara dalam menghadapi berbagai kondisi darurat dapat terus ditingkatkan,” ucap I Kadek.
Pelaksanaan Full Scale Exercise menunjukkan sinergi dan koordinasi berbagai instansi dalam memperkuat kesiapan menghadapi kondisi darurat di bandar udara. Latihan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan setiap unsur mampu memberikan respons sesuai tugas dan tanggung jawabnya.
Kegiatan ini diharapkan semakin meningkatkan kesiapan personel serta memperkuat penerapan prosedur operasional standar di Bandara APT Pranoto. Koordinasi antarlembaga juga terus diperkuat untuk mendukung keamanan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh pengguna jasa penerbangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....