Menko PM: Seni Lukis Pulihkan Psikososial 200 Anak

  • 29 Sep 2026 21:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 200 anak terdampak bencana berpartisipasi dalam program seni lukis untuk memulihkan kondisi psikososial mereka.
  • Menteri Menko PM Muhaimin Iskandar menekankan bahwa seni membantu anak-anak mengolah pengalaman sulit menjadi karya yang bernilai dan bermakna.
  • Kegiatan melukis memberikan ruang aman bagi anak untuk mengekspresikan perasaan dan mengembangkan kreativitas setelah mengalami bencana.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyebut 200 anak terdampak bencana menyalurkan pengalaman melalui seni lukis untuk memulihkan kondisi psikososial. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi anak-anak mengekspresikan pengalaman sekaligus mengembangkan kreativitas melalui karya seni.

Muhaimin Iskandar mengatakan seni membantu anak-anak mengolah pengalaman sulit menjadi karya yang bernilai dan penuh makna. Menurutnya, kegiatan melukis juga memberikan ruang aman bagi anak mengekspresikan perasaan setelah menghadapi situasi bencana.

“Anak-anak yang lahir dari keadaan sulit bisa menghasilkan karya yang luar biasa. Semoga karya-karya ini menambah semangat untuk terus meningkatkan potensi seni,” kata Muhaimin saat membuka pameran lukisan anak Aceh Tamiang dan Pariaman di KiN Space, SCBD Park Lot 7A, Jakarta, Selasa, 29 September 2026.




Muhaimin menilai pemulihan pascabencana tidak cukup hanya memperbaiki rumah, lingkungan, dan fasilitas umum yang terdampak. Anak-anak juga membutuhkan ruang untuk memproses pengalaman traumatis serta membangun kembali kepercayaan diri setelah bencana.

Muhaimin menilai kegiatan melukis dapat menjadi pendekatan pemulihan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana. Menurutnya, seni memberikan ruang aman bagi anak untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman setelah menghadapi bencana.

“Ini bisa diusulkan menjadi kurikulum penanggulangan bencana. Salah satu menu pokok bagi anak-anak adalah melepaskan kelelahan jiwa mereka melalui melukis,” ujar Muhaimin.

Muhaimin mengatakan, kegiatan tersebut juga dapat membuka peluang pemberdayaan melalui ekonomi kreatif. Kreativitas anak-anak, kata dia, dapat dikembangkan sebagai bekal untuk mengenal ekosistem ekonomi kreatif di masa depan.

“Lukisan yang hidup seperti ini sangat perlu di era sekarang untuk mengimbangi lukisan AI yang mungkin cepat dan bagus. Namun terasa kering dan tidak memiliki jiwa,” ujarnya.

Muhaimin menilai ekonomi kreatif dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Ia berharap karya 200 anak terus dikembangkan dan dipamerkan di ruang publik agar kreativitas mereka semakin diapresiasi masyarakat.

“Ini adalah sejarah panjang, dari pemulihan trauma hingga menjadi kekuatan ekonomi. Seni adalah medium untuk memproses pengalaman sekaligus membangun kepercayaan diri,” kata Muhaimin mengungkapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....