Menko Muhaimin Harapkan Pesantren Kuasai AI dan Ekonomi Digital
- 31 Agt 2026 10:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menko Muhaimin Iskandar mendorong pesantren memperkuat penguasaan Artificial Intelligence dan ekonomi digital
- Pesantren dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat pendidikan, ilmu pengetahuan, serta pengembangan kapasitas masyarakat
- Perubahan kebutuhan kompetensi yang cepat membuat santri perlu dibekali keterampilan teknologi dan kemampuan beradaptasi
- Penguatan teknologi perlu berjalan bersama pengembangan kemandirian dan ekonomi produktif pesantren
- Pelatihan AI dan ekonomi digital diharapkan meningkatkan kapasitas santri sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (MenkoPM) A. Muhaimin Iskandar mengharapkan pesantren memperkuat penguasaan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI) dan ekonomi digital. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi perubahan kebutuhan kompetensi yang berlangsung semakin cepat.
Muhaimin mengatakan pesantren memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kapasitas masyarakat. Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki ekosistem sosial dan ekonomi yang kuat di tengah masyarakat.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuat kemampuan masyarakat perlu terus diperbarui. Karena itu, pesantren juga perlu membangun budaya belajar yang berkelanjutan agar mampu mengikuti perubahan zaman.
“Pesantren dilahirkan untuk menjadi pusat kajian dan ilmu pengetahuan, bukan sekadar tempat mengaji. Pesantren harus terus-menerus menyadari kewajibannya untuk memosisikan diri sebagai pusat ilmu pengetahuan,” ujar Muhaimin saat menghadiri pelatihan AI dan ekonomi digital di Jombang, Jawa Timur, Jumat 28 Agustus 2026.
Muhaimin menilai AI dan ekonomi digital dapat dimanfaatkan dalam proses transformasi pendidikan pesantren. Teknologi tidak hanya menjadi alat pembelajaran, tetapi juga dapat digunakan untuk memperluas akses pengetahuan dan membuka peluang ekonomi.
Ia mengatakan perubahan kompetensi saat ini berlangsung sangat cepat. Kondisi tersebut membuat pesantren perlu membekali santri dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Transformasi sejati adalah transformasi yang berangkat dari potensi yang ada, bukan dari hal yang mengada-ada. Potensi yang ada dikembangkan dan ditumbuhkan untuk menjadi kekuatan yang produktif,” katanya.
Menurut Muhaimin, penguatan pendidikan juga perlu berjalan bersama dengan pengembangan kemandirian ekonomi pesantren. Pengelolaan potensi dan aset produktif dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan pendidikan pesantren.
Dengan penguatan tersebut, pesantren diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan dengan pengetahuan keagamaan. Santri juga diharapkan memiliki keterampilan, kemampuan beradaptasi, jiwa kewirausahaan, dan kemandirian ekonomi.
Muhaimin mengapresiasi Forum Pengasuh dan Pengelola Pesantren (FPTP) yang mendorong peningkatan kapasitas pesantren melalui pelatihan AI dan ekonomi digital. Menurutnya, program tersebut dapat mempercepat kemampuan pesantren dalam merespons perkembangan teknologi.
Ia berharap peningkatan kompetensi santri dapat memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat sekitar pesantren. Santri yang memiliki keterampilan dan kemandirian diharapkan dapat menjadi penggerak perubahan serta membuka peluang ekonomi baru.
“Transformasi itu adalah terus meng-upgrade hal-hal positif menjadi kekuatan kemajuan. Mengubah potensi menjadi aksi nyata bagi kemajuan pesantren kita,” kata Muhaimin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....