Hari Sarjana Nasional, Ini Perbedaan Sarjana Akademik dan Terapan
- 29 Sep 2026 23:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pendidikan tinggi di Indonesia mencakup dua jenis utama: pendidikan vokasi dan pendidikan akademik dengan tujuan dan penyelenggaraan yang berbeda.
- Pendidikan akademik bertujuan untuk mengembangkan dan menguasai cabang ilmu pengetahuan melalui penelitian dan pengembangan intelektual.
- Jenjang pendidikan akademik meliputi tiga tingkatan: program sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3).
RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Sarjana Nasional diperingati pada hari ini, 29 September 2026, di Indonesia. Momentum ini merupakan sebuah kesempatan untuk mengenal pendidikan sarjana lebih jauh lagi.
Pendidikan tinggi di Indonesia memiliki berbagai jenis pendidikan, seperti pendidikan vokasi dan pendidikan akademik. Keduanya memiliki ciri khas tujuan dan penyelenggaraan pendidikan yang berbeda.
Pendidikan akademik adalah pendidikan tinggi yang ditujukan untuk mengembangkan dan menguasai suatu cabang ilmu pengetahuan. Jenjang pendidikan akademik meliputi program sarjana, magister, serta doktor.
Di sisi lain, pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang mempersiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu. Pendidikan vokasi dimulai dari program diploma hingga program sarjana terapan.
Kesimpulannya, sarjana terapan dan sarjana akademik berasal dari dua macam pendidikan yang berbeda. Sarjana akademik termasuk ke dalam pendidikan akademik, sementara sarjana terapan termasuk jalur pendidikan vokasi.
Sarjana terapan juga terkenal sebagai Program Diploma Empat (D4) dalam sistem pendidikan tinggi Indonesia. SILEMKERMA Kemdiktisaintek mencatat Diploma Empat atau Sarjana Terapan merupakan salah satu program dari pendidikan vokasi.
Perbedaan lainnya juga bisa terlihat melalui orientasi pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa. Pendidikan vokasi merupakan keahlian terapan tertentu yang berhubungan dengan bidang pekerjaan dan kebutuhan praktik.
Program sarjana akademik memiliki jalur lanjutan, yakni magister dan doktor dalam pendidikan akademik. Di sisi lain, pendidikan vokasi bisa dilanjutkan melalui program magister terapan serta doktor terapan.
Perbedaan jalur pendidikan tersebut juga bisa terlihat pada institusi yang menyelenggarakannya. Salah satu contohnya adalah politeknik, perguruan tinggi yang mendirikan pendidikan vokasi dan bisa mendirikan pendidikan profesi.
Universitas dan institut merupakan perguruan tinggi juga disebut bisa menyelenggarakan pendidikan akademik. Beberapa perguruan tinggi tersebut juga dapat mendirikan pendidikan vokasi dan profesi sesuai dengan ketentuan.
Dalam penerapannya, program sarjana terapan memiliki pembelajaran yang memadukan pengetahuan dengan keterampilan yang praktis. Sebagai contoh Vokasi Universitas Indonesia menyebut D4 merupakan program yang menyiapkan mahasiswa menjadi praktisi sesuai bidang keterampilannya masing-masing.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga memposisikan pendidikan tinggi vokasi dalam peningkatan sumber daya manusia terapan. Pada 2026, kementerian menegaskan keterkaitan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri serta kemajuan teknologi.
Dalam rancangan kualifikasi nasional, lulusan kedua jenis sarjana sama-sama berada pada tingkat 6 KKNI. Perbedaannya terlihat pada jenis pendidikannya, yaitu sarjana yang sarjana terapan termasuk pendidikan vokasi dan termasuk pendidikan akademik. (Shafira Nursyifa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....