Menteri PPPA: Ekonomi Perawatan Bagian Pembangunan Manusia

  • 22 Sep 2026 16:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan ekonomi perawatan berperan penting dalam memperkuat pembangunan manusia, ketahanan keluarga, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Pekerjaan perawatan perlu mendapat pengakuan lebih kuat sebagai kontribusi sosial dan ekonomi yang penting bagi masyarakat, bukan semata urusan domestik.
  • Pengelolaan pekerjaan perawatan berkontribusi menjaga keberlangsungan kehidupan keluarga dan masyarakat serta menjadi bagian integral dari pembangunan ekonomi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (MenPPPA) Arifah Fauzi menegaskan ekonomi perawatan berperan penting memperkuat pembangunan manusia, ketahanan keluarga, dan pertumbuhan ekonomi. Menurut Arifah, pengelolaan pekerjaan perawatan perlu mendapat perhatian karena berkontribusi menjaga keberlangsungan kehidupan keluarga dan masyarakat.

“Ekonomi perawatan bukan semata urusan domestik, tetapi bagian penting dari pembangunan manusia, ketahanan keluarga, dan pembangunan ekonomi. Karena itu, pekerjaan perawatan perlu mendapat pengakuan lebih kuat sebagai kontribusi sosial dan ekonomi yang penting bagi masyarakat,” kata Arifah Fauzi saat memberikan sambutan dalam Pemutakhir Peta Jalan Ekonomi Perawatan Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa, 22 September 2026.

Menurutnya, jutaan orang setiap hari menjalankan pekerjaan perawatan, mulai mengasuh anak hingga mendampingi anggota keluarga yang membutuhkan perhatian khusus. Pekerjaan tersebut mencakup perawatan lansia, penyandang disabilitas, anggota keluarga sakit, serta pemenuhan kebutuhan keluarga sehari-hari.




“Pekerjaan perawatan sering kali tidak terlihat, tetapi perannya sangat nyata dalam menjaga keberlangsungan kehidupan keluarga dan masyarakat. Kontribusi tersebut menjadi bagian penting yang mendukung kehidupan sehari-hari, meski selama ini kerap kurang mendapat perhatian dan penghargaan,” ucap Arifah.

Arifah menilai aktivitas ekonomi tidak dapat berjalan optimal tanpa pekerjaan perawatan yang menopang kebutuhan kehidupan sehari-hari masyarakat. Menurutnya, pekerjaan perawatan memungkinkan masyarakat bekerja, belajar, menjalankan usaha, dan beraktivitas di ruang publik secara berkelanjutan.

“Ketika seorang dapat bekerja, belajar, menjalankan usaha atau beraktivitas di ruang publik. Pada saat yang sama ada pekerjaan perawatan yang memungkinkan kehidupan sehari-hari tetap berjalan,” ujarnya.

Arifah mengatakan pekerjaan perawatan memiliki nilai sosial dan ekonomi besar sehingga membutuhkan pengakuan lebih kuat dari masyarakat dan pemerintah. Ia mengingatkan tanggung jawab perawatan belum terbagi setara dan masih kerap dianggap sebagai tugas domestik secara alamiah.

“Cara pandang tersebut membuat kontribusi pekerjaan perawatan menjadi kurang terlihat dan kurang dihargai dalam kehidupan sosial masyarakat. Padahal, pekerjaan perawatan memiliki kontribusi penting dalam menjaga keberlangsungan keluarga dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setiap hari,” ucap Arifah.

Menurut Arifah, pekerjaan perawatan membutuhkan waktu, tenaga, keterampilan, serta sumber daya yang harus mendapat perhatian dalam kehidupan masyarakat. Kontribusi pekerjaan perawatan juga menjadi bagian penting yang mendukung keberlangsungan kehidupan sosial dan aktivitas ekonomi sehari-hari.

“Pembahasan ekonomi perawatan diharapkan mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap pentingnya pekerjaan perawatan. Kita perlu memperkuat pembagian tanggung jawab perawatan secara lebih setara agar kontribusinya semakin dihargai masyarakat luas,” kata Arifah menegaskan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....