Menteri PPPA Minta Kaum Ibu Perkuat Keluarga dengan Nilai-nilai Agama
- 21 Sep 2026 14:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mendorong penguatan nilai-nilai agama dan budi pekerti dalam keluarga. Karena itu, lanjut dia, menjadi tugas kaum ibu untuk melindungi anak-anak dengan bekal tersebut.
“Mari bersama-sama menguatkan keluarga dan membentengi anak-anak kita,” ujarnya, Senin 21 September 2026 di Jakarta. “Bukan dengan pagar besi atau beton yang tinggi, tetapi dengan nilai-nilai agama, akhlakul karimah, dan budi pekerti.”
Arifah mengatakan penguatan agama dan budi pekerti penting dalam menghadapi tantangan akibat semakin pesatnya perkembangan teknologi digital. Karena itu, Menteri meminta orang tua meningkatkan pengetahuan dan kemampuan untuk mendampingi anak agar terhindar dari pengaruh negatif.
| Baca juga: Menteri PPPA Kecam Kekerasan di Ruang Publik |
“Anak-anak kita menghadapi tantangan luar biasa akibat kecanggihan teknologi yang semakin berkembang,” ucapnya. “Sehingga keluarga, khususnya kaum ibu, perlu dibekali kemampuan membimbing anak agar terhindar dari pengaruh negatif.”
Terkait penguatan keluarga tersebut, Kementerian PPPA menggandeng untuk edukasi dan pendampingan. Menurut Menteri, Muslimat NU sebagai mitra strategis akan membantu memperkuat pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak secara berkelanjutan.
“Kolaborasi yang terus dibangun diharapkan memperkuat edukasi dan pendampingan masyarakat tentang pemenuhan hak perempuan dan anak,” ujarnya. “Ini juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan keluarga melalui pemahaman masyarakat yang semakin baik.”
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Komarudin Amin, mengatakan organisasi kemasyarakatan keagamaan berperan penting dalam membangun kualitas kehidupan keluarga. Menurut dia, mereka turut berkontribusi meningkatkan literasi keberagamaan keluarga melalui pendidikan, majelis taklim, dan kegiatan sosial.
“Muslimat NU memiliki peran yang sangat sentral dalam proses kita berbangsa dan bernegara,” ujarnya. “Melalui lembaga pendidikan dan majelis-majelis taklim, Muslimat NU telah berkontribusi meningkatkan literasi keberagamaan keluarga dan masyarakat.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....