Hari Perdamaian Internasional, KOWANI: Perempuan Jadi Penjaga Nilai Kemanusiaan

  • 22 Sep 2026 09:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KOWANI menempatkan perempuan sebagai pendidik pertama dan penjaga nilai kemanusiaan demi memperkuat perdamaian bangsa.
  • Ketua Umum Nannie Hadi Tjahjanto mengajak seluruh elemen masyarakat merawat persaudaraan dan mencegah kekerasan dalam keluarga.
  • Organisasi perempuan nasional ini mengusulkan pendaftaran arsip sejarah pergerakan wanita ke program Memory of the World UNESCO.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menegaskan posisi strategis perempuan sebagai pendidik pertama dan penjaga nilai kemanusiaan bangsa. Perwujudan perdamaian sejati dinilai menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat demi merawat keharmonisan keluarga.

Ketua Umum KOWANI Periode 2024–2029 Nannie Hadi Tjahjanto menyampaikan keterangan tertulis resmi pada Selasa, 22 September 2026. Peran kaum ibu dinilai kian krusial di tengah maraknya kasus kekerasan serta pengaruh negatif konten digital.

“KOWANI memandang perempuan mempunyai kedudukan penting. Sebagai pendidik pertama, penjaga nilai kemanusiaan, perawat kehidupan, penggerak keluarga, pemimpin masyarakat, sekaligus pembangun perdamaian,” ujar Nannie dalam keterangan kepada RRI.co.id , Selasa, 22 September 2026.

Nannie menegaskan bahwa kolaborasi lintas organisasi menjadi sarana efektif dalam menjawab beragam persoalan sosial kemasyarakatan. Gerakan perempuan ini diperkuat oleh jejaring luas yang menghimpun 119 organisasi wanita di tingkat nasional.

“Kami memperkenalkan konsep seribu profesi, seribu organisasi, seribu komunitas untuk menjawab seribu permasalahan. Itu yang sedang kita galakkan,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh wanita Indonesia berhimpun dalam organisasi guna menyalurkan gagasan positif sesuai keahlian masing-masing. Penyelamatan dokumen sejarah diperjuangkan melalui pengajuan resmi ke Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

“Kami memiliki arsip yang masih terus dirawat dan ditata dengan baik. Arsip tersebut akan kami daftarkan kepada UNESCO untuk diusulkan menjadi bagian dari Memory of the World agar lebih dikenal dunia,” ujar Nannie.

Seluruh pesan moral tersebut digaungkan melalui Renungan Malam untuk Perdamaian Dunia di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Agenda kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Internasional tersebut terlaksana khidmat pada Senin, 21 September 2026.

Kegiatan renungan malam tersebut diisi dengan doa lintas agama bersama para tokoh dari berbagai keyakinan. Sinergi spiritual dan sosial tersebut secara konsisten diarahkan untuk memperkokoh kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Nannie mengingatkan bahwa perdamaian sejati harus diwujudkan melalui pengamalan sikap saling menghormati di tengah perbedaan. Peringatan hari besar tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tanpa adanya aksi nyata berkelanjutan.

“Kami ingin meneguhkan komitmen menjaga kemanusiaan, kebinekaan, dan persatuan Indonesia,” ucap Nannie.

Perempuan Indonesia terus berupaya memperkokoh ketahanan keluarga guna menanamkan nilai luhur persatuan kepada generasi penerus. Pendekatan dialog secara konsisten dibangun untuk merawat persaudaraan demi menciptakan kedamaian abadi bagi seluruh rakyat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....