Sekjen PBB Serukan Pemimpin Dunia Berinvestasi pada Perdamaian

  • 10 Sep 2026 15:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyerukan para pemimpin dunia untuk berinvestasi dalam perdamaian di tengah meningkatnya konflik global.

RRI.CO.ID, New York — Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyerukan para pemimpin dunia untuk berinvestasi pada perdamaian di tengah konflik yang terus meluas. Seruan tersebut disampaikan pada upacara tahunan Lonceng Perdamaian Jepang di Markas Besar PBB, New York.

Dilansir dari UN News, Kamis, 10 September 2026, Guterres mengatakan dentang Lonceng Perdamaian setiap tahun mengingatkan pentingnya membangun perdamaian dunia. Menurut dia, hal ini tidak pernah menjadi pencapaian yang pasif, tetapi membutuhkan kerja keras dan tindakan nyata.

Guterres menilai upaya menciptakan perdamaian saat ini sedang melemah. Kekerasan dan perpecahan telah merusak berbagai komunitas, sementara konflik terus meluas dan semakin dalam, sehingga menyebabkan banyak orang menderita.

Guterres juga menyoroti kurangnya dialog dan solidaritas yang dibutuhkan untuk menemukan solusi terhadap berbagai konflik. Seruan tersebut disampaikan menjelang Hari Perdamaian Internasional pada 21 September 2026.

Guterres meminta para pemimpin dunia yang akan berkumpul di PBB dalam beberapa pekan mendatang untuk mengikuti langkah tersebut. Menurut dia, investasi dalam bidang kesehatan, pendidikan, gizi, dan perlindungan sosial, sekaligus membangun lembaga serta sistem yang dapat dipercaya masyarakat.

Para pemimpin juga diminta melindungi hak asasi manusia dan martabat setiap orang. Guterres mendorong mereka kembali menggunakan instrumen perdamaian yang telah terbukti efektif, termasuk diplomasi, dialog, negosiasi, dan penjagaan perdamaian.

“Hari ini, saya menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk berdiri bersama kami," katanya. Caranya dengan bertindak, berinvestasi pada solusi, dan bekerja keras membangun perdamaian yang langgeng dan berkelanjutan."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....