MTQ Nasional XXXI, Kemenag Apresiasi BAZNAS Perluas Akses Al-Qur’an bagi Tuli

  • 17 Sep 2026 01:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Muchlis M. Hanafi mengapresiasi langkah BAZNAS RI memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara atau tuli.
  • Apresiasi itu disampaikan dalam eksibisi tartil Al-Qur’an isyarat pada rangkaian MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah.
  • Untuk pertama kalinya, cabang tilawah isyarat bagi Muslim tuli dilombakan dalam MTQ Nasional.

RRI.CO.ID, Semarang - Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Muchlis M. Hanafi mengapresiasi langkah BAZNAS RI memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara atau tuli. Apresiasi itu disampaikan dalam eksibisi tartil Al-Qur’an isyarat pada rangkaian MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah, Selasa, 15 September 2026.

Untuk pertama kalinya, cabang tilawah isyarat bagi Muslim tuli dilombakan dalam MTQ Nasional. Muchlis menyebut kehadiran cabang tersebut merupakan bagian dari proses panjang membangun akses pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif.

Menurut Muchlis, dukungan BAZNAS turut berperan dalam memperluas pembelajaran Al-Qur’an isyarat di berbagai daerah. Program tersebut dilaksanakan melalui Training of Trainers (ToT) dan pengimbasan pengajar Al-Qur’an isyarat sepanjang 2023 hingga 2025.

Program tersebut melibatkan lebih dari 2.200 peserta di berbagai wilayah Indonesia. Para peserta diharapkan dapat menjadi pengajar dan fasilitator yang memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an bagi komunitas tuli.

“Ini sungguh merupakan satu upaya yang sangat luar biasa dari Badan Amil Zakat Nasional dalam memberikan dukungan bagi layanan keagamaan yang inklusif, terutama bagi teman-teman tuli Muslim,” ucap Muchlis.

Ia menjelaskan, upaya menyediakan akses pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas tuli telah dimulai Kemenag sejak 2020. Pada periode 2020 hingga 2022, Kemenag menyusun Mushaf Al-Qur’an Standar Isyarat serta pedoman membaca dan mempelajari mushaf isyarat.

Penyusunan tersebut melibatkan komunitas tuli Muslim dan akademisi. Program kemudian dilanjutkan BAZNAS dengan memfasilitasi ToT bagi para fasilitator dan guru yang mengajarkan mushaf Al-Qur’an isyarat.

“Upaya tersebut kemudian dilanjutkan oleh Badan Amil Zakat Nasional dengan memfasilitasi training of trainers bagi para fasilitator dan guru-guru yang mengajarkan mushaf Al-Qur’an isyarat ini,” katanya.

Muchlis berharap akses pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara semakin luas di berbagai daerah. Menurutnya, perluasan tersebut penting agar layanan keagamaan inklusif dapat menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas.

“Tentu, dengan dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional dalam menghidupkan syiar-syiar Al-Qur’an, terutama di kalangan penyandang disabilitas, sesuai dengan mandat Undang-Undang Penyandang Disabilitas Nomor 8 Tahun 2016, hal ini dapat kita penuhi,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....