Harga Cabai Rawit Pekan Ketiga September Tembus Rp77 Ribu
- 21 Sep 2026 22:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementan mencatat produksi cabai rawit nasional sekitar 132.926 ton pada minggu ketiga September
- Harga cabai rawit minggu ketiga September 2026 mencapai Rp77.596 per kilogram
- Harga tersebut berada di atas HAP batas atas sebesar Rp57 ribu per kilogram
- BPS mencatat harga cabai rawit naik 29,85 persen dibandingkan Agustus 2026
- Sebanyak 265 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga cabai rawit atau 73,61 persen wilayah Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga cabai rawit hingga minggu ketiga September 2026 berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP). Harga cabai rawit tercatat Rp77.596 per kilogram, sedangkan HAP batas atas ditetapkan Rp57 ribu per kilogram.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan harga cabai rawit meningkat 29,85 persen. Kenaikan tersebut terjadi dibandingkan Agustus 2026.
"Cabai rawit posisi sampai dengan minggu kedua mengalami peningkatan yang cukup tinggi, yaitu meningkat 29,85 persen. Bahkan jika kita bandingkan dengan HAP-nya atau harga acuan penjualannya, ini cukup tinggi di atas HAP-nya," ucapnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Pangan di Jakarta, Senin 21 September 2026.
Ateng menyebut kenaikan harga cabai rawit terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. BPS mencatat 265 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga cabai rawit atau mencapai 73,61 persen wilayah Indonesia.
"Kabupaten/kota yang mengalami peningkatan cabai rawit tergolong tinggi, bahkan jauh di atas HAP batas atas. Di sini Halmahera Utara sampai dengan 180 persen di atas HAP," ucapnya.
Berdasarkan paparan BPS, harga cabai rawit di Halmahera Utara mencapai Rp160 ribu per kilogram. Harga tersebut berada 180,70 persen di atas HAP batas atas.
Kenaikan lebih tinggi tercatat di Halmahera Timur yang mencapai 250,10 persen di atas HAP. Harga cabai rawit di daerah tersebut mencapai Rp199.556 per kilogram.
Sementara itu, Bolaang Mongondow Timur mencatat harga cabai rawit Rp144.333 per kilogram. Harga tersebut berada 153,22 persen di atas HAP batas atas.
Di sisi lain, Kementerian Pertanian memastikan produksi cabai rawit nasional masih tersedia untuk mendukung pasokan daerah. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Sudi Mardianto mengatakan produksi cabai rawit nasional mencapai sekitar 132.926 ton pada minggu ketiga September.
"Jadi posisi di minggu ketiga ini secara nasional produksi cabai rawit masih ada sekitar 132.926 ton, Pak Sekjen. Dan itu tersebar dari Aceh sampai ke Papua," kata Sudi.
Sudi menyebut sekitar 79 persen produksi cabai rawit nasional berasal dari Pulau Jawa. Sementara produksi di Sumatera mencapai sekitar 16 ribu ton dan Sulawesi sekitar enam ribu ton.
"Kalau kita lihat dari sebaran lokasi sentranya, di bulan September ini luas panennya ada sekitar 11.773 hektare. Itu ada di 25 kabupaten," ujarnya.
Menurut Sudi, sentra produksi cabai rawit tersebut siap membantu memasok wilayah yang mengalami kenaikan harga. Pemerintah dapat mengoptimalkan pasokan dari sentra produksi untuk memenuhi kebutuhan daerah yang mengalami kenaikan harga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....