Presiden Ungkap Delapan Komoditas Pangan Sudah Swasembada, Harga Pupuk Murah
- 14 Agt 2026 13:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menegaskan, sejumlah program prioritas pemerintah sudah memasuki tahap pelaksanaan dan dirasakan masyarakat.
- Capaian tersebut terlihat dari program swasembada pangan, kemandirian energi melalui B50, Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial digital, hingga hilirisasi.
- Karena itu tahun ini kita sudah swasembada delapan komoditas pangan
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, sejumlah program prioritas pemerintah sudah memasuki tahap pelaksanaan dan dirasakan masyarakat. Capaian tersebut terlihat dari program swasembada pangan, kemandirian energi melalui B50, Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial digital, hingga hilirisasi.
Ia mengatakan, sejumlah target yang sebelumnya diproyeksikan membutuhkan waktu lebih panjang mulai menunjukkan hasil. Terlebih dalam masa pemerintahan yang belum genap dua tahun.
“Ada 145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan, harga pupuk berhasil kita turunkan 20 persen. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia,” kata Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Presiden Prabowo kemudian mengaitkan, kebijakan tersebut dengan kondisi perusahaan pupuk nasional. Di tengah penurunan harga pupuk, keuntungan PT Pupuk Indonesia justru mengalami kenaikan hingga 252,8 persen.
Kepala Negara menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan. Komoditas yang disebutnya meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Klaim tersebut, menjadi bagian dari narasi besar pemerintah mengenai ketahanan pangan nasional. “Karena itu tahun ini kita sudah swasembada delapan komoditas pangan,” ucap Presiden Prabowo.
Selain pangan, pemerintah juga menyoroti sektor energi sebagai bagian dari agenda kemandirian nasional. Presiden Prabowo mengatakan, penerapan biodiesel B50 membuat Indonesia mulai menghentikan ketergantungan terhadap impor solar.
Menurut Presiden Prabowo, penerapan B50 juga memberikan dampak terhadap penghematan devisa. “Mulai tahun ini, mulai 1 Juli 2026, kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri,” ujar Presiden Prabowo.
Ia menyebut, Indonesia dapat menghemat sekitar Rp170 triliun atau sekitar US$9,5 miliar dari kebijakan tersebut. Angka penghematan tersebut, sebelumnya juga disampaikan Prabowo ketika meluncurkan mandatori Biodiesel B50 di Karawang pada Juli 2026.
Namun, agenda pemerintah tidak berhenti pada pangan dan energi. Presiden Prabowo mengatakan, sejumlah program yang menjadi bagian dari prioritas pemerintah, termasuk MBG, bantuan sosial digital dan hilirisasi, kini telah berjalan.
“Janji makanan bergizi, bantuan sosial digital, dan hilirisasi tidak lagi menjadi rencana di atas kertas. Semuanya telah berjalan dan manfaatnya mulai dirasakan rakyat,” kata Presiden Prabowo.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan Kepala Negara, bahwa pemerintah ingin menunjukkan hasil konkret dari berbagai program yang selama ini menjadi agenda utama pemerintahannya. Presiden menilai keberhasilan awal tersebut bukan alasan bagi pemerintah untuk berhenti bekerja.
“Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi,” ucap Presiden Prabowo.
Sementara, Ketua DPD RI, Sultan Najamudin menilai, berbagai program pemerintahan Prabowo-Gibran harus dilihat sebagai sebuah sistem yang saling berkaitan. Di antaranya, Danantara, ekspor satu pintu, Sekolah Rakyat, MBG, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih hingga Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari kebijakan terintegrasi.
“Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari 2 tahun, swasembada pangan, yang lama menjadi mimpi, kini menjadi kenyataan. Kemandirian energi menampakkan titik terangnya,” kata Sultan saat berpidato kenegaraan di tempat yang sama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....