Wamendikdasmen Fajar Ajak Mahasiswa Baru Siapkan Diri Sambut Indonesia Emas 2045

  • 21 Sep 2026 15:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq mengajak mahasiswa baru mempersiapkan karakter, kompetensi, dan keterampilan menghadapi Indonesia Emas 2045.
  • Mahasiswa didorong terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan AI, sekaligus memperluas wawasan lintas disiplin dan aktif berorganisasi.
  • Fajar meminta mahasiswa tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq mengajak mahasiswa baru mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Emas 2045. Ia menekankan pentingnya karakter, kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Fajar saat memberikan kuliah umum dalam Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa (PESONAMU) 2026. Kegiatan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Bandung, Senin, 21 September 2026, dan diikuti 1.566 mahasiswa baru.

Fajar mengingatkan mahasiswa bahwa mereka akan berada di usia produktif ketika Indonesia memasuki satu abad kemerdekaan pada 2045. Menurutnya, generasi tersebut akan berperan sebagai penggerak perekonomian sekaligus tulang punggung keluarga.

"Adik-adik pada tahun 2045 akan berada pada usia paling produktif. Karena itu, sejak sekarang harus menempa diri menjadi manusia yang memiliki karakter, pengetahuan luas, dan keterampilan hidup yang kokoh," ujar Fajar dalam keterangan resmi, Senin, 21 September 2026.

Ia juga meminta mahasiswa menghargai perjuangan orang tua yang telah mendukung pendidikan mereka. Kesempatan menempuh pendidikan tinggi, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk membangun kompetensi dan mempersiapkan masa depan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq (keempat dari kiri) dalam Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa (PESONAMU) 2026 di Universitas Muhammadiyah Bandung, Senin, 21 September 2026 (Foto:Dok/Kemendikdasmen)

"Semua itu harus dibayar lunas dengan totalitas menjalani perkuliahan. Dunia kerja bukan hanya membutuhkan ijazah, tetapi juga kompetensi," ucapnya.

Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, Fajar menilai mahasiswa perlu memiliki kemampuan beradaptasi. Mereka juga didorong memperluas wawasan lintas disiplin dan membangun kebiasaan belajar sepanjang hayat.

"Jangan pernah berhenti belajar. Perdalam kompetensi sesuai jurusan yang kalian pilih, tetapi perluas juga wawasan dan pelajari ilmu di luar bidang yang kalian tekuni," ujarnya.

Selain kemampuan akademik, Fajar mendorong mahasiswa aktif berorganisasi untuk mengembangkan kepemimpinan dan kemampuan komunikasi. Menurutnya, perguruan tinggi juga harus menjadi ruang untuk melahirkan inovator, peneliti, pendidik, dan wirausahawan.

Ia berharap lulusan perguruan tinggi tidak hanya berorientasi mendapatkan pekerjaan. Mahasiswa juga diharapkan mampu menciptakan peluang serta menghadirkan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.

Sebagai alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta, Fajar juga mengajak mahasiswa UM Bandung memanfaatkan jejaring 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah. Jejaring tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperluas pengetahuan dan membangun kolaborasi.

Fajar turut menekankan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Islam berkemajuan yang moderat dan inklusif. Nilai tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan melalui ilmu, akhlak, serta karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Jadilah mahasiswa yang someah budayana, luhur lampahna, gede dampakna. Harumkan nama almamater dengan ilmu, akhlak, dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat," kata Fajar.

Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto mengapresiasi kehadiran Fajar dalam kegiatan tersebut. Ia menilai pesan Wamendikdasmen dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa baru dalam memulai pendidikan tinggi.

Hal yang sama disampaikan Ketua BPH UM Bandung sekaligus Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad. Ia mengingatkan mahasiswa untuk membangun pola pikir yang lebih mendalam.

Menutup kuliah umum, Fajar kembali mengingatkan mahasiswa agar menjadikan perjuangan orang tua sebagai motivasi. Ia meminta mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

"Jangan sia-siakan kesempatan ini. Jadilah generasi unggul yang tidak hanya menikmati kemajuan Indonesia, tetapi juga menghadirkan kemajuan dan manfaat bagi masyarakat," ucap Fajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....