Mendikdasmen: Dapodik LKP 2026 Permudah Pemutakhiran Data Pendidikan
- 19 Sep 2026 16:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Dapodik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) 2026 untuk mempermudah pengelolaan data pendidikan nonformal. Sistem tersebut disempurnakan agar proses pendataan, pemutakhiran, validasi, dan sinkronisasi data menjadi lebih mudah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, data akurat dan terintegrasi penting untuk mendukung tata kelola pendidikan yang baik. Pemutakhiran Dapodik juga memastikan lembaga kursus, peserta didik, dan program pemerintah tercatat dengan baik.
“Peluncuran Dapodik menjadi bagian penting dari arah kebijakan kami di masa depan. Data pendidikan harus semakin akurat, valid, mutakhir, dan terus kita tingkatkan,” ujar Abdul Mu’ti, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 19 September 2026.
Ia mengatakan, data pendidikan menjadi salah satu dasar pemerintah dalam mengambil kebijakan di bidang kursus dan pelatihan. Karena itu, pembaruan data perlu dilakukan secara berkala agar kebijakan pemerintah sesuai kondisi pendidikan.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin mengatakan, pemutakhiran data tidak sekadar berkaitan dengan administrasi. Menurutnya, data juga menentukan pengambilan keputusan dan ketepatan pemberian program kepada peserta didik.
“Data bukan hanya angka. Data menentukan keputusan dan juga intervensi, termasuk siapa yang mendapat kesempatan,” kata Tatang.
Tatang mengatakan, Dapodik LKP 2026 menjadi bagian dari upaya membangun budaya baru dalam tata kelola pendidikan nonformal. Pengisian data harus dilakukan dengan benar, diperbarui berkala, dan divalidasi bersama.
“Peluncuran Dapodik Lembaga Kursus bukan hanya peluncuran sistem. Ini upaya membangun budaya baru dalam tata kelola pendidikan nonformal,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat membutuhkan keterlibatan LKP, Dinas Pendidikan, dan pemangku kepentingan dalam proses pemutakhiran. Validasi secara berkala diperlukan agar data mencerminkan kondisi peserta didik dan lulusan secara lebih akurat.
Dapodik LKP 2026 menyempurnakan sejumlah bagian untuk mempermudah pengelolaan data pendidikan nonformal. Penyempurnaan mencakup penyederhanaan variabel, penguatan validasi identitas, serta perbaikan mekanisme penarikan dan sinkronisasi data.
Operator LKP Citra International Tourism Institute, Kota Bogor, Adam, menilai versi terbaru lebih mudah digunakan dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, tampilan yang lebih sederhana membantu pengguna baru memahami alur dan fitur Dapodik.
“Perbedaan yang paling terasa adalah tampilan dan kemudahan penggunaannya. Tampilan Dapodik LKP 2026 lebih sederhana dan mudah dipahami,” ujar Adam.
Ia juga menilai indikator data yang belum diperbarui membantu operator sebelum melakukan sinkronisasi. Fitur tersebut memudahkan operator mengetahui data yang perlu diperbaiki dan mengurangi potensi kesalahan.
Pengguna LKP Amaya, Depok, Ayu, juga merasakan kemudahan dalam mengakses berbagai fitur Dapodik. Menurutnya, pengelolaan data tenaga pendidik dan peserta didik kini dapat dilakukan melalui satu akses.
“Sekarang sangat mudah mengisi karena mudah mengakses semua fitur. Pengisian data yang perlu dilengkapi juga lebih mudah melalui satu akses,” ujar Ayu.
Kemudahan tersebut diharapkan membuat proses pendataan LKP lebih sederhana, terstruktur, dan efisien. Dapodik juga diharapkan menjadi basis data yang andal untuk perencanaan program dan pengambilan kebijakan pendidikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....