Kemendikdasmen Buka 174 Formasi Guru untuk SILN dan CLC

  • 19 Sep 2026 15:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah membuka 174 formasi Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) serta Pendidik Tetap Community Learning Center (CLC) 2026
  • Dari jumlah tersebut, 42 formasi tersedia untuk SILN, terdiri atas 39 guru dan tiga tenaga kependidikan.
  • Sementara 132 formasi lainnya diperuntukkan bagi Pendidik Tetap CLC di Malaysia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah membuka 174 formasi Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) serta Pendidik Tetap Community Learning Center (CLC) 2026. Seleksi tersebut ditujukan memenuhi kebutuhan tenaga pendidikan sesuai formasi, kompetensi, dan karakteristik satuan pendidikan.

Dari jumlah tersebut, 42 formasi tersedia untuk SILN, terdiri atas 39 guru dan tiga tenaga kependidikan. Sementara 132 formasi lainnya diperuntukkan bagi Pendidik Tetap CLC di Malaysia.

Sebanyak 112 formasi CLC dialokasikan untuk Sabah dan 20 formasi untuk Sarawak, Malaysia. Pembukaan formasi tersebut ditujukan menjaga keberlangsungan layanan pendidikan bagi warga negara Indonesia di luar negeri.

Sekretaris Ditjen GTK Kemendikdasmen, Temu Ismail, mengatakan penugasan di SILN dan CLC membutuhkan kompetensi sekaligus komitmen pengabdian. Menurutnya, calon pendidik juga harus mampu beradaptasi dengan lingkungan pendidikan yang berbeda.

“Menjadi guru di SILN dan CLC membutuhkan kompetensi, integritas, kemampuan beradaptasi, resiliensi. Kemudian juga harus profesional, serta komitmen pengabdian,” ujar Temu Ismail dalam keterangan tertulis, Sabtu, 19 September 2026.

Ia mengatakan, lingkungan pendidikan di luar negeri dapat menjadi ruang bagi guru mengembangkan kemampuan. Pengalaman tersebut juga dapat memperluas wawasan pendidik dalam menjalankan tugas profesional.

“Lingkungan pendidikan yang berbeda juga menjadi ruang bagi guru untuk belajar, memperluas wawasan. Selain itu juga mengembangkan kompetensinya,” katanya.

Temu menekankan proses seleksi harus dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Seleksi juga harus mempertimbangkan kompetensi serta kebutuhan satuan pendidikan di lokasi penempatan.

Kepala Bagian Kerja Sama dan Fasilitasi Internasional Kemendikdasmen, Lukmanul Hakim, mengatakan penugasan memberikan pengalaman internasional bagi pendidik. Pendidik juga memperoleh kesempatan berinteraksi secara global dan mengembangkan kompetensi profesional.

“Pendidik yang terpilih akan memperoleh pengalaman internasional yang luas. Sekaligus kesempatan berinteraksi secara global,” ujar Lukmanul.

Terkait kesejahteraan, Lukmanul menjelaskan honorarium mengacu pada Satuan Biaya Masukan Lainnya yang ditetapkan Kementerian Keuangan. “Besaran honorarium berbeda pada setiap negara penempatan sesuai biaya hidup setempat,” ucapnya.

Ia mengatakan, honorarium tersebut mencakup sejumlah komponen selama masa penugasan. Komponen tersebut meliputi biaya hidup, tempat tinggal, jaminan sosial, asuransi kecelakaan, pajak, dan lembur.

Masa penugasan guru non-ASN berlangsung dua tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan evaluasi kinerja. Perpanjangan juga mempertimbangkan kebutuhan sekolah di lokasi penempatan.

“Untuk guru non-ASN, masa penugasan adalah dua tahun. Tapi dapat diperpanjang berdasarkan evaluasi kinerja,” ujarnya.

Pelamar harus berstatus WNI, non-ASN, dan berusia maksimal 45 tahun. Mereka juga harus memenuhi kualifikasi formasi, kemampuan Bahasa Inggris, serta persyaratan integritas dan kelayakan penugasan.

Kemampuan Bahasa Inggris dapat dibuktikan melalui TOEFL minimal 450 atau IELTS minimal 5,0. Persyaratan khusus juga diberlakukan berdasarkan kebutuhan sekolah dan lokasi penempatan.

Guru SILN minimal berpendidikan S1 sesuai bidang dengan IPK minimal 3,00. Untuk Jeddah, Riyadh, dan Makkah, pelamar juga harus memiliki kemampuan Bahasa Arab lisan dan tulisan.

Guru TIK SILN diutamakan memiliki kemampuan mengajar Koding dan Kecerdasan Artifisial. Guru Matematika SILN Davao juga diutamakan memiliki kemampuan mengajar TIK dan KKA.

Untuk guru kejuruan kuliner di Kota Kinabalu, pelamar wajib memiliki sertifikat kompetensi linier minimal setara KKNI Level 4. Kemampuan mengajar lintas jenjang dan mata pelajaran juga menjadi kompetensi yang diperhatikan.

Tenaga kependidikan SILN membutuhkan kompetensi administrasi sekolah, teknologi informasi, pengelolaan data, Dapodik, dan keuangan. Pelamar Kepala Tenaga Administrasi Sekolah wajib memiliki pengalaman minimal dua tahun.

Pendaftaran berlangsung secara daring pada 14 September hingga 2 Oktober 2026 melalui laman resmi GTK Kemendikdasmen. Seleksi tidak dipungut biaya dan setiap pelamar hanya dapat memilih satu formasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....