BSPIA Dorong Ribuan Perusahaan Teknologi Keamanan dan AI Tiongkok ke Indonesia

  • 21 Sep 2026 14:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BSPIA menilai Indonesia sebagai pasar masa depan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur yang besar.
  • BSPIA ingin membawa teknologi AI, smart city, dan sistem keamanan Tiongkok untuk mendukung pembangunan kota digital Indonesia.
  • BSPIA berharap perusahaan anggotanya dapat berakar dan memberikan layanan teknologi secara langsung di Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Beijing Security and Protection Industry Association (BSPIA) mendorong perusahaan teknologi keamanan dan kecerdasan buatan (AI) Tiongkok untuk memperluas kegiatan usaha ke Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi ekspansi teknologi, produk, dan solusi Tiongkok ke pasar Indonesia.

General Manager BSPIA Zhang Ying mengatakan Indonesia dipandang sebagai pasar masa depan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur yang besar. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan asosiasinya memilih Indonesia sebagai tujuan ekspansi perusahaan anggotanya.

“Indonesia adalah strategi ekspansi luar negeri yang dipilih oleh asosiasi kami. Indonesia merupakan pasar masa depan yang memiliki kebutuhan pembangunan infrastruktur sangat besar,” ujar Zhang di sela Indonesia–China Digital City & Security Technology Application Forum 2026 di Auditorium SLN RRI Jakarta, Senin, 21 September 2026.

Zhang mengatakan BSPIA memiliki lebih dari 1.400 perusahaan anggota. Sebagian besar perusahaan tersebut bergerak dalam pembangunan smart city dan digital city di Beijing.

“Perusahaan anggota kami memiliki pengalaman penerapan yang sangat kaya dalam teknologi AI. Seperti agen cerdas dan model besar (large models), pada proyek-proyek kepolisian Kota Beijing, tata kelola sosial, hingga pembangunan smart city,” katanya.

Zhang mengatakan pengalaman tersebut juga mencakup penyusunan standar nasional dan lokal. Selain itu, perusahaan anggota BSPIA telah terlibat dalam penerapan teknologi smart city dan teknologi keamanan cerdas.

“Oleh karena itu, asosiasi kami memilih untuk bekerja sama dengan FORMAS Indonesia. Dengan maksud untuk membawa produk-produk unggulan, teknologi, serta solusi tata kelola kota dan keamanan ini ke Indonesia,” ujar Zhang.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat diperluas sehingga perusahaan Tiongkok tidak hanya membawa teknologi ke Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut juga diharapkan dapat berakar dan memberikan layanan teknologi bagi kebutuhan pembangunan di Indonesia.

“Kami berharap dapat memperdalam kerja sama kedua pihak. Memberikan solusi terbaik bagi pembangunan kota aman dan smart city di Indonesia,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....