FORMAS Tekankan Sistem Keamanan Kuat Terpadu untuk Transformasi Kota Digital
- 21 Sep 2026 11:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) Yohanes Handojo Budhisedjati menilai transformasi kota digital harus diimbangi sistem keamanan yang kuat dan terpadu.
- Perkembangan teknologi digital membawa kemudahan sekaligus tantangan baru yang membutuhkan perlindungan masyarakat secara berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) Yohanes Handojo Budhisedjati menilai transformasi kota digital harus diimbangi sistem keamanan yang kuat dan terpadu. Menurutnya, perkembangan teknologi digital membawa kemudahan sekaligus tantangan baru yang membutuhkan perlindungan masyarakat secara berkelanjutan.
Handojo mengatakan keamanan perlu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan kota digital. Karena itu, penerapan teknologi tidak hanya diarahkan pada inovasi, tetapi juga memastikan keamanan dan perlindungan publik.
“Transformasi digital telah membawa banyak kemudahan sekaligus tantangan baru bagi masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan kota digital harus berjalan seiring dengan penguatan sistem keamanan dan perlindungan publik,” ujar Handojo dalam Indonesia–China Digital City & Security Technology Application Forum 2026 di Auditorium SLN RRI Jakarta, Senin, 21 September 2026.
Menurut Handojo, kerja sama Indonesia dan Tiongkok dapat menjadi ruang untuk berbagi pengalaman serta teknologi dalam menghadapi tantangan tersebut. “Kami berharap Indonesia dan Tiongkok dapat saling berbagi pengalaman, teknologi, serta membangun kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” katanya.
Handojo mengatakan FORMAS ingin mengambil peran sebagai penghubung antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Kolaborasi berbagai pihak dinilai penting agar pengembangan teknologi dapat memberikan dampak lebih luas bagi pembangunan nasional.
Ia berharap kerja sama Indonesia dan Tiongkok dapat ditindaklanjuti dalam bentuk investasi, alih teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, langkah tersebut lebih penting agar forum menghasilkan manfaat konkret, bukan sekadar pertukaran pengetahuan.
“Kami berharap pertemuan ini tidak berhenti pada pertukaran gagasan. Tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret, investasi, alih teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia,” katanya.
Pengembangan kota digital tersebut juga diarahkan untuk mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Penerapan teknologi keamanan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat.
FORMAS bersama Beijing Security and Protection Industry Association (BSPIA) menyelenggarakan Indonesia–China Digital City & Security Technology Application Forum 2026. Kegiatan ini mengusung tema Digital Cities, Secure Futures: Advancing China–Indonesia Digital Collaboration.
Forum ini mempertemukan perwakilan pemerintah, pemimpin organisasi, akademisi, praktisi, serta pelaku industri dari Indonesia dan Tiongkok. Kegiatan tersebut menjadi ruang bertukar pengetahuan, inovasi, serta peluang kerja sama dalam pengembangan kota digital dan teknologi keamanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....