Kepala Bakom Tegaskan Investasi Tiongkok Harus Gerakkan Ekonomi Lokal
- 21 Sep 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari menegaskan agar kerja sama investasi Indonesia dan Tiongkok memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
- Dampak tersebut diharapkan terlihat melalui lapangan kerja, UMKM lokal, dan rantai pasok di daerah.
- Nilai perdagangan Indonesia dan Tiongkok tahun lalu mencapai 167 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp2,98 kuadriliun
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari menegaskan agar kerja sama investasi Indonesia-Tiongkok memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Dampak tersebut diharapkan terlihat melalui lapangan kerja, UMKM lokal, dan rantai pasok di daerah.
Qodari mengatakan investasi tidak hanya perlu dilihat dari besarnya nilai modal yang masuk ke Indonesia. “Pemerintah Indonesia sangat terbuka bagi kerja sama yang membuka lapangan kerja bagi rakyat dan menghidupkan usaha lokal,” ujar Qodari saat memberikan keynote speech kegiatan Indonesia–China Digital City & Security Technology Application Forum 2026 di Auditorium SLN RRI Jakarta, Senin, 21 September 2026.
Ia mengatakan masyarakat perlu mendapatkan penjelasan mengenai dampak investasi di wilayah tempat investasi tersebut berlangsung. Informasi tersebut mencakup manfaat terhadap lapangan kerja, UMKM, serta rantai pasok lokal.
Ia meminta forum masyarakat seperti Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) turut menjelaskan dampak investasi dengan bahasa yang sederhana. Dengan itu, masyarakat dapat memahami hubungan antara investasi dan aktivitas ekonomi di daerahnya.
“Ceritakan dampaknya bagi lapangan kerja. Bagi UMKM lokal dan bagi rantai pasok di tempat di mana investasi itu masuk,” katanya.
Qodari mengatakan investasi Tiongkok memiliki bagian penting dalam hubungan ekonomi kedua negara. Ia menyebut investasi langsung Tiongkok mencapai USD3,9 miliar atau setara Rp69,52 triliun sepanjang semester pertama 2026.
Selain investasi, nilai perdagangan Indonesia dan Tiongkok tahun lalu mencapai USD167 miliar atau setara Rp2,98 kuadriliun. Tiongkok juga disebut telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 13 tahun berturut-turut.
Menurut Qodari, besarnya hubungan ekonomi tersebut perlu diterjemahkan menjadi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Pemerintah ingin kerja sama ekonomi tidak hanya menghasilkan aktivitas perdagangan dan investasi, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....