PLN EPI Pastikan Pasokan Energi Primer PLTU Bolok Kupang NTT Siap
- 18 Sep 2026 16:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pasokan energi primer dan biomassa untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bolok, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipstikan dalam kondisi siap mendukung operasional pembangkit.
- Komut PLN EPI Nikson Silalahi mengatakan, pihaknya bersama Komite Nominasi dan Remunerasi (NR) PLN EPI telah melakukan kunjungan kerja ke PLTU Bolok di Bolok, Kupang Barat, Kabupaten Kupang.
- Pembangkit yang telah beroperasi sejak 2013 itu juga berperan dalam memperkuat sistem kelistrikan NTT sekaligus mengurangi ketergantungan pembangkit terhadap BBM.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pasokan energi primer dan biomassa untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bolok, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipstikan dalam kondisi siap mendukung operasional pembangkit. Komisaris Utama PLN EPI Nikson Silalahi mengatakan, pihaknya bersama Komite Nominasi dan Remunerasi (NR) PLN EPI telah melakukan kunjungan kerja ke PLTU Bolok di Bolok, Kupang Barat, Kabupaten Kupang.
"Kami melakukan kunjungan kerja ke PLTU Bolok untuk meninjau langsung kondisi operasional pembangkit. Serta kesiapan pasokan energi primer dan biomassa," kata Nikson dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 18 September 2026.
Menurut Nikson, kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan dewan komisaris sekaligus mendukung evaluasi pelaksanaan kebijakan strategis perusahaan dalam menjaga keandalan rantai pasok energi primer di NTT.
PLTU Bolok memiliki kapasitas 2x16,5 megawatt (MW) dan menjadi salah satu pembangkit yang menopang kebutuhan listrik di Pulau Timor.
Pembangkit yang telah beroperasi sejak 2013 itu juga berperan dalam memperkuat sistem kelistrikan NTT sekaligus mengurangi ketergantungan pembangkit terhadap bahan bakar minyak (BBM). Dalam kunjungan tersebut, Dewan Komisaris dan Komite NR PLN EPI memperoleh pemaparan mengenai kondisi operasional PLTU Bolok yang dikelola PT PLN Nusantara Power Services.
Pemaparan mencakup kebutuhan dan kondisi pasokan energi primer, pengelolaan persediaan bahan bakar, hingga pemanfaatan biomassa untuk mendukung program co-firing.
Nikson mengatakan, kunjungan lapangan penting untuk memberikan gambaran langsung kepada dewan komisaris mengenai implementasi kebijakan perusahaan. Terutama dalam memastikan pasokan energi primer mampu menopang operasional pembangkit secara andal.
"Keandalan pembangkit tidak dapat dipisahkan dari kesiapan energi primernya. Melalui kunjungan ini, kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan, mulai dari kesiapan pasokan, pengelolaan persediaan hingga pemanfaatan biomassa," ujarnya.
Ia menuturkan, karakteristik geografis NTT yang terdiri atas wilayah kepulauan membuat pengelolaan rantai pasok energi primer memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, ketersediaan sumber energi, moda transportasi, kondisi cuaca, kesiapan fasilitas penerimaan, hingga kecukupan persediaan perlu dikelola secara terintegrasi untuk memitigasi risiko gangguan pasokan.
"NTT memiliki tantangan logistik yang berbeda dengan wilayah lainnya. Karena itu, pengamanan pasokan harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhitungkan berbagai risiko agar energi primer dapat tersedia dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pembangkit," kata Nikson.
Selain memastikan kesiapan energi primer, kunjungan tersebut juga meninjau pemanfaatan biomassa sebagai substitusi sebagian batu bara melalui program co-firing. Program tersebut merupakan bagian dari upaya PLN Group meningkatkan pemanfaatan energi berbasis sumber daya domestik sekaligus mendukung agenda transisi energi.
Dewan komisaris mendorong agar pengembangan biomassa tidak hanya berorientasi pada kebutuhan pembangkit, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan pasokan serta potensi sumber daya lokal. Menurut Nikson, pengembangan rantai pasok yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha daerah dapat menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pembangkit.
"Kami ingin pemanfaatan biomassa tidak hanya memberikan manfaat dari sisi energi, tetapi juga mampu membangun ekosistem yang memberikan nilai tambah bagi daerah. Potensi lokal perlu terus dipetakan, sehingga rantai pasok biomassa dapat tumbuh secara berkelanjutan dan pada saat yang sama memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan menambahkan, keandalan pasokan energi primer menjadi bagian penting dalam menjaga kontinuitas listrik, termasuk bagi masyarakat di wilayah kepulauan. "Bagi PLN EPI, menjaga terang hingga wilayah kepulauan dimulai dari memastikan setiap pembangkit memperoleh energi primer secara tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat waktu," kata Mamit.
"Melalui pengawasan yang kuat dan rantai pasok yang semakin adaptif, PLN EPI terus memperkuat fondasi ketahanan energi untuk menjaga keandalan listrik bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....