Sekolah Rakyat Ngawi Mulai Beroperasi

  • 21 Sep 2026 07:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemensos memastikan bantuan pascabencana Sumatra senilai Rp435,3 miliar telah cair dan siap disalurkan
  • Bantuan terdiri atas Rp322,827 miliar untuk isi hunian dan Rp112,5 miliar untuk jaminan hidup
  • Bantuan diperuntukkan bagi 107.609 kepala keluarga dan 83.333 jiwa terdampak bencana
  • Bantuan terbesar dialokasikan untuk Kabupaten Aceh Utara senilai Rp328,456 miliar
  • Penyaluran bantuan dilakukan melalui PT Pos Indonesia kepada masyarakat yang berhak menerima

RRI.CO.ID, Ngawi - Sekolah Rakyat Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mulai beroperasi di gedung permanen dengan 220 siswa. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

Gus Ipul menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Sekolah Rakyat Kabupaten Ngawi, Sabtu 19 September 2026. Sekolah tersebut sebelumnya tidak melalui tahap rintisan dan langsung mengusulkan lahan untuk pembangunan gedung permanen.

“Saya berterima kasih sama Pak Bupati, Kabupaten Ngawi ini tidak ada sekolah rintisan. Biasanya di tempat lain itu ada sekolah rintisan, Sekolah Rakyat dibuka menggunakan gedung-gedung sementara milik pemerintah,” kata Gus Ipul.

“Tapi Kabupaten Ngawi, langsung mengusulkan tanah untuk dibangun gedung permanen sekolah,” ucapnya. Saat ini Sekolah Rakyat Kabupaten Ngawi mengampu 220 siswa.

Jumlah tersebut terdiri dari 18 siswa jenjang sekolah dasar, 90 siswa sekolah menengah pertama, dan 112 siswa sekolah menengah atas. Gus Ipul mengatakan masih ada calon siswa tingkat sekolah dasar yang akan kembali dijangkau.

Gedung Sekolah Rakyat Ngawi diharapkan nantinya mampu menampung lebih dari seribu siswa untuk jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Para siswa Sekolah Rakyat dijangkau berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya kelompok desil 1 dan 2.

Proses tersebut dilanjutkan dengan asesmen dan koordinasi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Badan Pusat Statistik (BPS), serta pemerintah daerah. Gus Ipul menjelaskan Sekolah Rakyat menggunakan konsep asrama atau boarding school.

Selain pendidikan akademik, siswa mendapatkan pembinaan karakter selama mengikuti pendidikan. “Maka itu saya titipkan penyelenggaraan sekolah rakyat ini kepada Pak Bupati untuk bisa dikawal, diawasi, dibimbing, dan diberi penguatan-penguatan,” kata Gus Ipul.

Salah satu orang tua siswa, Sartini, mengaku bersyukur anaknya, Nindya Prastica Kirana, dapat bersekolah di Sekolah Rakyat Ngawi. Ia menilai program tersebut membantu keluarga kurang mampu mendapatkan akses pendidikan.

“Kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, terima kasih banyak telah membangun dan mengadakan sekolah rakyat, yang sangat membantu untuk keluarga yang kurang mampu. Untuk anak-anak yang putus sekolah, memberi kesempatan kepada anak-anak untuk menggapai cita-citanya, dan masa depan yang lebih cerah,” ucapnya.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono mengatakan pemerintah daerah akan terus mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Dukungan tersebut dilakukan bersama pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

“Tentu kami di pemerintah daerah akan terus men-support apa yang menjadi komitmen kami bersama-sama dengan pemerintah pusat dalam rangka turut mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Ony.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....