Selain Asap, Ini Beragam Dampak Karhutla pada Ekonomi dan Lingkungan
- 20 Sep 2026 14:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi bencana serius yang kerap terjadi di berbagai daerah Indonesia dengan dampak yang meluas ke sektor kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang kerap terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Selain mengganggu kesehatan, karhutla juga berdampak serius pada beberapa sektor seperti ekonomi dan lingkungan.
Api bisa menimbulkan kerusakan ekosistem, hilangnya tutupan vegetasi, juga menurunkan manfaat hutan dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Karhutla juga dapat mengancam keanekaragaman hayati sebab api bisa menghancurkan habitat berbagai jenis satwa dan tumbuhan.
Kerusakan yang disebabkan karhutla jga mampu mempengaruhi keadaan tanah, khususnya pada daerah yang tercatat sering mengalami kebakaran. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan kebakaran meningkatkan risiko erosi dan mengurangi fungsi area hutan sebagai daerah tangkapan air.
Karhutla juga mampu mengganggu siklus hidrologi, terutama saat vegetasi dan lahan gambut mengalami kerusakan. Kondisi tersebut bisa menurunkan kemampuan tanah untuk bisa menyerap air, meningkatkan aliran permukaan, serta mempengaruhi kualitas perairan.
Kualitas air juga berpotensi menurun akibat perubahan kondisi pada tanah dan meningkatnya sedimentasi setelah kawasan tertentu mengalami kebakaran. Dampak tersebut bisa mempengaruhi ekosistem perairan dan juga populasi organisme yang sangat bergantung pada kualitas air.
Sementara di sisi ekonomi, karhutla bisa menimbulkan kerugian karena hasil hutan, lahan produktif, dan sumber penghasilan masyarakat mengalami penurunan. Karhutla dapat membuat para petani kehilangan pendapatan dan mengganggu berbagai kegiatan usaha.
Masyarakat yang bergantung pada hutan juga dapat kehilangan sumber mata pencaharian saat wilayah sekitarnya terbakar. Aktivitas seperti beternak, berladang, berburu, dan menangkap ikan busa ikut terganggu karena kerusakan lingkungan.
Sektor transportasi juga turut terdampak saat asap karhutla mengurangi jarak pandang di jalur laut, darat, ataupun udara. Kondisi tersebut bisa membuat perjalanan terganggu dan meningkatkan kebutuhan pengaturan terhadap operasional transportasi.
Lebih luas lagi, karhutla juga bisa mengganggu kegiatan pendidikan jika kualitas udara semakin memburuk dan keadaan lingkungan dinilai tidak aman. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat kejadian karhutla sebelumnya pernah membuat kegiatan sekolah diliburkan di beberapa daerah yang terdampak.
Dampak lainnya juga muncul saat masyarakat kehilangan mata pencaharian, tempat tinggal, atau sumber daya alam. Situasi tersebut berpotensi untuk meningkatkan kerentanan masyarakat selama proses penanganan serta pemulihan pasca kebakaran.
Karhutla juga memproduksi emisi karbon dalam jumlah yang terhitung besar saat vegetasi dan lahan, terutama gambut, terbakar. Emisi tersebut berkontribusi terhadap masalah perubahan iklim dan dapat memperbesar dampak lingkungan yang terbakar.
Selain kerugian langsung, pemerintah juga perlu mengeluarkan sumber daya untuk pemadaman, pemulihan lingkungan, dan penanganan kerugian sosial ekonomi. Oleh karena itu, pencegahan karhutla melalui pemantauan, pengelolaan lahan, serta kesiapsiagaan dinilai penting dalam mengurangi kerugian. (Shafira Nursyifa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....