Hotspot Karhutla Naik, Kalimantan Tengah Tertinggi

  • 19 Sep 2026 15:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 546 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi secara nasional hingga Jumat, 18 September 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 475 titik.

Data SiPongi Kementerian Kehutanan menunjukkan titik api atau hotspot terpantau melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan peningkatan tertinggi terjadi di Kalimantan Tengah. Jumlah hotspot high confidence di provinsi tersebut meningkat dari 61 menjadi 166 titik.

“Di enam provinsi prioritas, hotspot high confidence di Kalimantan Tengah meningkat dari 61 menjadi 166 titik. Sementara Sumatra Selatan mengalami penurunan dari 184 menjadi 100 titik,” kata Ristianto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 19 September 2026.

Penurunan hotspot juga terjadi di Jambi, dari 15 menjadi sembilan titik. Sementara, Kalimantan Barat meningkat dari 30 menjadi 39 titik.

Kalimantan Selatan mencatat kenaikan dari lima menjadi 12 titik. Sedangkan, Riau mencatat empat titik setelah sehari sebelumnya tidak ditemukan hotspot.

Ristianto mengatakan, peningkatan hotspot di Kalimantan Tengah diikuti penguatan patroli dan pemeriksaan lapangan. Upaya tersebut meliputi groundcheck, pemadaman, pembasahan, serta pendinginan pada wilayah yang membutuhkan respons segera.

Pengendalian karhutla melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah. Masyarakat, dunia usaha, serta sejumlah pihak lain turut mendukung operasi tersebut.

Sebanyak 55 unit armada udara dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla di Sumatra dan Kalimantan. Armada tersebut terdiri atas helikopter patroli, pesawat CASA untuk OMC, dan helikopter water bombing.

Pengerahan armada disesuaikan dengan perkembangan hotspot dan hasil verifikasi lapangan. Kondisi kebakaran, potensi awan, jarak pandang, serta keselamatan penerbangan juga menjadi pertimbangan.

Operasi Modifikasi Cuaca tetap dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi meteorologis. Operasi tersebut terutama diarahkan membantu pembasahan lahan pada ekosistem gambut.

BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat pada 19 September di sejumlah wilayah prioritas. Wilayah tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Penguatan penanganan karhutla juga dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Pemerintah mengimbau masyarakat di wilayah terdampak asap mengikuti informasi kualitas udara dan arahan pemerintah daerah.

“Masyarakat di wilayah terdampak asap diimbau mengikuti informasi kualitas udara dan arahan pemerintah daerah. Jika udara memburuk, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....