BPOM Siapkan 41.150 Sampel untuk Surveilans Keamanan MBG

  • 18 Sep 2026 07:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPOM menyiapkan 41.150 sampel untuk surveilans keamanan pangan MBG.
  • Pengawasan mencakup bahan baku hingga distribusi dan penyajian.
  • Surveilans mendukung pencegahan serta mitigasi keracunan makanan.

RRI.CO.ID, Jakarta - BPOM menyiapkan 41.150 sampel untuk mendukung surveilans keamanan pangan dalam program MBG. Demikian disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar, usai Rapat bersama Komisi IX DPR RI, Kamis, 18 September 2026.

Ia menyatakan, jumlah sampel tersebut telah dihitung berdasarkan jumlah SPPG yang saat ini mencapai sekitar 27 ribu unit. Pengambilan sampel dilakukan untuk mendukung upaya pencegahan serta mendeteksi potensi kerawanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.

“Kenapa 41.150 sampel yang diinginkan, dari total jumlah SPPG, kita tahu jumlahnya ada 27 ribu. Tentu dari situ kami sudah menghitung dengan menggunakan rumus Yamane,” ucap Taruna kepada wartawan

Menurutnya, surveilans juga menjadi bagian dari upaya BPOM mempercepat penelusuran apabila terjadi kejadian luar biasa, seperti keracunan makanan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu proses mitigasi dan mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

“Sehingga kita bisa telusuri, pertama harapan kita tidak terjadi kejadian luar biasa yaitu keracunan makanan bagi anak kita. Yang kedua kalau terjadi kita bisa cepat menelusuri untuk terjadinya mitigasi supaya tidak terjadi lagi,” katanya.

Adapun, pengawasan keamanan pangan MBG dilakukan sesuai Peraturan Presiden Nomor 115 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG. Hal ini, kata Taruna, tercantum dalam Pasal 24 Ayat 2 hingga 7.

“Pengawalannya kita berbagi tugas, kita menjalankan sesuai Peraturan Presiden Nomor 115 tentang Tata Kelola Makan Bergizi Gratis,” ujarnya. Pengawasan mencakup keamanan bahan baku, edukasi, pengelolaan, distribusi, penyajian, hingga mitigasi apabila terjadi masalah keamanan pangan.

Pernyataan ini senada dengan Kepala BGN, Sudaryono. Ia menyebut BGN akan mengoptimalkan anggaran pengawasan keamanan pangan melalui koordinasi bersama BPOM.

Pembagian porsi anggaran BPOM sekitar Rp500 miliar akan dibahas secara bersama. Hal ini tetap mempertahankan tugas pokok dan fungsi BPOM di luar pengawasan MBG.

Sudaryono menegaskan, pengawasan MBG akan lebih mengutamakan langkah preventif. Pengawasan ini melalui penerapan teknologi, kolaborasi dengan BPOM, Kemenkes, dinas kesehatan daerah, serta peningkatan literasi gizi di sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....