Dua Siswa Korban Keracunan MBG di RSCM Diizinkan Pulang
- 19 Sep 2026 00:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dua siswa bernama Agnesia dan Febiona yang menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatra Utara telah diizinkan pulang dari RSCM Jakarta.
- Tim dokter RSCM menyatakan kedua siswa berada dalam kondisi baik dan memenuhi kriteria untuk dipulangkan.
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara langsung mengumumkan kepulangan kedua siswa tersebut pada hari Jumat, 18 September 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Dua siswa korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Sumatra Utara sudah diizinkan pulang. Siswa bernama Agnesia dan Febiona telah selesai menjalani masa perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menyampaikan keterangan resmi mengenai kepulangan pasien pada Jumat, 18 September 2026. Kisah dua siswa korban keracunan program makanan tersebut sempat menjadi viral di media sosial.
"Alhamdulillah, hari ini Agnesia dan Febiona telah dinyatakan dalam kondisi baik dan diperbolehkan pulang oleh tim dokter RSCM" kata Wapres dalam keterangan yang diterima RRI, Jumat.
Gibran menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran dokter RSCM serta Kementerian Kesehatan selama proses pemulihan. Apresiasi tersebut juga diberikan kepada pihak Dinas Kesehatan Sumatra Utara serta seluruh pihak terkait.
Gibran menyatakan bahwa kedua siswa beserta keluarga mereka telah kembali menuju Sumatra Utara siang tadi. Pemeriksaan kesehatan lanjutan tetap wajib dijalankan oleh kedua pasien sesuai dengan petunjuk tim dokter.
"Untuk Agnesia dan Febiona, selamat kebali ke rumah dan melanjutkan aktivitas sekolah. Semoga selalu sehat dan bisa terus belajar untuk meraih cita-cita," ujar Wapres.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Neurologi Anak RSCM, Prof. Setyo Handryastuti memberikan penjelasan medis terkait Febiona. Tim dokter membantah isu yang menyebut pasien mengalami kerusakan fungsi otak hingga hilang ingatan 70 persen.
"Saat ini, ingatan ananda (Febiona) sangat baik, baik memori jangka pendek maupun jangka panjang. Pemeriksaan elektroensefalografi juga tidak menunjukkan gangguan apa pun," kata Dokter Spesialis Anak Konsultan Neurologi Anak RSCM, Prof. Setyo Handryastuti.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Nefrologi Anak RSCM, Dr. Henny Adriani Puspitasari turut menyampaikan kondisi pasien Agnesia. Agnesia sebelumnya sempat mendapatkan diagnosis medis berupa penurunan fungsi ginjal akut atau kondisi gagal ginjal.
"Kondisi ginjalnya saat ini sudah dalam fase pemulihan dan fungsinya kembali normal. Ananda (Agnesia) sudah bisa mandiri, berdiri, berjalan, dan beraktivitas. Kami mengestimasi ananda bisa dipulangkan akhir pekan ini," kata Dokter Spesialis Anak Konsultan Nefrologi Anak RSCM, Dr. Henny Adriani Puspitasari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....