Bahlil Tidak Nyapres, Ini Alasan Ketum Golkar Pilih Bertarung di Pileg 2029

  • 20 Sep 2026 10:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia dipastikan, tidak maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029.
  • Rencana tersebut, kata Sarmuji, disampaikan Bahlil dalam rapat internal Golkar. Keputusan itu, disebutkannya, Bahlil ingin mengambil peran langsung dalam upaya meningkatkan perolehan kursi Golkar di parlemen.
  • Pak Bahlil pingin jadi caleg dari Papua. Pak Bahlil sudah menyampaikan rencana jadi caleg di rapat partai

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia dipastikan, tidak maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029. Sekjen Partai Golkar, M. Sarmuji mengatakan, Bahlil justru telah menyampaikan rencana maju sebagai caleg dari daerah pemilihan Papua.

Rencana tersebut, kata Sarmuji, disampaikan Bahlil dalam rapat internal Golkar. Keputusan itu, disebutkannya, Bahlil ingin mengambil peran langsung dalam upaya meningkatkan perolehan kursi Golkar di parlemen.

"Pak Bahlil pingin jadi caleg dari Papua. Pak Bahlil sudah menyampaikan rencana jadi caleg di rapat partai," kata Sarmuji saat dikonfirmasi wartawan, di Jakarta, Minggu, 20 September 2026.

Menurut Sarmuji, langkah Bahlil maju sebagai caleg juga berkaitan dengan tanggung jawab kader partai yang berada di pemerintahan. Bahlil dinilainya, ingin memberikan contoh kepada menteri dari Partai Golkar agar turut berkontribusi terhadap peningkatan jumlah kursi partai di parlemen.

"Beliau ingin memberi contoh menteri lain dari Golkar. Agar ikut bertanggungjawab terhadap kenaikan kursi di Parlemen," ucap Sarmuji.

Dengan keputusan tersebut, Bahlil tidak masuk dalam daftar tokoh yang disebut akan maju sebagai kandidat presiden pada 2029. Fokus politik Bahlil, kini diarahkan pada kontestasi legislatif dengan rencana maju dari Papua.

Isu Bahlil tidak maju dalam Pilpres 2029, sebelumnya muncul dalam pernyataan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas). Pernyataan itu disampaikan Zulhas dalam acara puncak HUT ke-28 PAN di JCC, Jumat, 18 September 2026.

Dalam pidatonya, Zulhas sempat menyapa Bahlil yang hadir dalam acara tersebut. Zulhas mengatakan, dirinya dan Bahlil memiliki pandangan yang sama terkait keberlanjutan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

"Pak Bahlil sama saya sepakat, presiden biar Pak Prabowo saja Pak ya. Cocok?," kata Zulhas.

Zulhas kemudian menyebut Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang juga hadir dalam acara tersebut.

Menurut Zulhas, dirinya, Bahlil, dan Cak Imin sama-sama mendukung cita-cita politik Prabowo. "Pak Presiden, sebetulnya Gus Muhaimin, Pak Bahlil, kami sama Pak. Pendukung cita-cita Bapak Prabowo," ujar Zulhas.

Namun, Zulhas kemudian melontarkan candaan mengenai peluang mereka maju dalam Pilpres 2029. Ia mengatakan, dirinya dan Bahlil kemungkinan tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden, sementara Cak Imin masih mempertimbangkan langkah tersebut.

"Cuma bedanya sedikit, Pak Bahlil sama saya mungkin nggak nyapres. alau Pak Muhaimin masih mikir-mikir Pak," kata Zulhas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....