F-Golkar Apresiasi RAPBN 2027: 8 Prioritas Presiden Jadi Peta Pembangunan Bangsa

  • 16 Agt 2026 01:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M Sarmuji mengapresiasi RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
  • Sarmuji menyebut delapan prioritas yang disampaikan Presiden mencerminkan peta pembangunan bangsa yang terarah.
  • Fraksi Golkar di Senayan mendukung penuh langkah tersebut dan siap mengawal pembahasan RAPBN 2027 bersama pemerintah secara konstruktif.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M Sarmuji mengapresiasi Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Sarmuji, delapan prioritas yang disampaikan Presiden mencerminkan peta pembangunan bangsa yang terarah.

"Pidato Presiden memberi arah yang jelas ke mana Indonesia akan menuju. Presiden meyakinkan kita bahwa setiap langkah pembangunan yang dirancang dalam RAPBN 2027 ini adalah langkah nyata yang mendekatkan bangsa kita pada cita-cita kemerdekaan," kata Sarmuji dalam keterangannya, Minggu 16 Agustus 2026.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar itu menilai Presiden Prabowo tidak hanya menetapkan arah kebijakan, tetapi juga menjelaskan cara untuk mencapai target pembangunan tersebut. Ia mencontohkan langkah konsolidasi pengadaan barang dan jasa pemerintah yang mampu menekan harga Layar Pintar Interaktif (IFP) dari sekitar Rp150 juta menjadi Rp26 juta per unit tanpa mengurangi volume maupun kualitas barang.

"Ini contoh nyata bagaimana efisiensi bisa dilakukan bukan dengan memotong manfaat untuk rakyat, tapi dengan membenahi cara kerja pemerintah. Presiden tidak hanya bicara soal apa yang ingin dicapai, tapi juga menunjukkan bagaimana caranya," ujarnya.

Apresiasi Program Pendidikan

Selanjutnya, Sarmuji juga mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan. Terutama bagi masyarakat kurang mampu, melalui program Sekolah Rakyat dan Beasiswa Garuda.

Menurutnya, komitmen tersebut telah ditunjukkan melalui capaian 93 sekolah rakyat permanen dan 182 sekolah rakyat rintisan. Selain itu, ratusan mahasiswa telah dikirim ke sejumlah kampus terbaik dunia melalui Beasiswa Garuda.

"Hanya dengan pendidikan sebuah bangsa bisa mengalami lompatan. Sekolah Rakyat dan Beasiswa Garuda menunjukkan negara hadir memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap punya jalan meraih pendidikan terbaik, bahkan hingga ke perguruan tinggi dunia," katanya.

Dukung Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Sarmuji turut menyoroti rencana pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis yang disampaikan Prabowo. Menurutnya, kebijakan tersebut penting untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Fraksi Partai Golkar, kata Sarmuji, mendukung penuh langkah tersebut dan siap mengawal pembahasan RAPBN 2027 bersama pemerintah secara konstruktif.

"Kita harus membangun bursa komoditas agar Indonesia bisa menentukan sendiri harga komoditas andalannya. Selama ini kita menjadi produsen besar dunia untuk berbagai komoditas strategis, tetapi harganya justru ditentukan di luar negeri," ucapnya.

"Dengan bursa komoditas, kita bisa menciptakan nilai tambah, menjaga kestabilan harga, dan pada akhirnya berimplikasi langsung pada pendapatan negara dan kemakmuran rakyat," kata Sarmuji menambahkan.

APBN 2027 Capai Rp4.097,2 Triliun

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memaparkan rancangan APBN 2027 sebesar Rp4.097,2 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan APBN 2026 yang sebesar Rp3.842,7 triliun.

Hal itu disampaikan Presiden dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8). Presiden mengatakan anggaran tersebut akan digunakan untuk menjalankan delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).

Delapan prioritas tersebut mencakup kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana; penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa; serta penurunan kemiskinan.

"Untuk menjalankan seluruh agenda tersebut, Belanja Negara tahun 2027 direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, naik dari Rp3.842,7 triliun di APBN 2026," ujar Presiden Prabowo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....