Hadapi Kemarau, Ditjen PAS Gelar Salat Istisqa Serentak
- 19 Sep 2026 06:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) menggelar Salat Istisqa secara serentak di 627 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di berbagai wilayah Indonesia.
- Salat Istisqa tersebut diikuti petugas dan warga binaan di lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan negara, lembaga pembinaan khusus anak, hingga balai pemasyarakatan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) menggelar Salat Istisqa secara serentak di 627 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di berbagai wilayah Indonesia. Salat Istisqa tersebut diikuti petugas dan warga binaan di lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan negara, lembaga pembinaan khusus anak, hingga balai pemasyarakatan.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Mashudi menyebut Salat Istisqa menjadi momentum jajaran melakukan muhasabah menghadapi dampak kekeringan. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat mental dan spiritual petugas serta warga binaan di tengah musim kemarau.
“Kami mengarahkan seluruh jajaran Pemasyarakatan Indonesia melaksanakan Salat Istisqa sebagai momentum muhasabah kepada Allah Swt. Salat Istisqa juga menjadi penguatan mental dan spiritual dalam menghadapi dampak kekeringan yang terjadi belakangan ini,” kata Mashudi dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 19 September 2026.
Menurut Mashudi, Salat Istisqa disertai imbauan kepada petugas dan warga binaan agar menggunakan air secara bijak. Imbauan tersebut disampaikan untuk menjaga ketersediaan air selama kebutuhan pembinaan tetap terpenuhi di tengah musim kemarau.
“Berdasarkan informasi BMKG, 81 persen zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Kami imbau Warga Binaan dan petugas untuk menggunakan air secara bijak agar kebutuhan selama pelaksanaan pembinaan tetap terpenuhi,” ucap Mashudi.
Sementara, Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Masjuno mengatakan Ditjenpas terus memantau ketersediaan air di seluruh UPT. Pemantauan diprioritaskan pada wilayah yang mengalami musim kemarau lebih panjang untuk memastikan kebutuhan air tetap terpenuhi.
“Kami terus memonitor rekan-rekan di lapangan agar pasokan air tetap terpenuhi selama musim kemarau. Di saat yang sama, kami mendorong jajaran dan Warga Binaan untuk menggunakan air secara bijak,” kata Masjuno.
Diketahui, Salat Istisqa melibatkan tokoh agama di sejumlah daerah sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan penguatan spiritual warga binaan. Kegiatan tersebut juga mendorong kesadaran bersama menjaga lingkungan serta menghemat penggunaan air selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....