Ditjen PAS Bangun Puluhan Dapur SPPG di Lapas dan Rutan

  • 07 Mei 2026 15:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) memperluas program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lapas dan Rutan.
  • Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi menyampaikan program tersebut bermula dari Lapas Sukamiskin, sebelum diperluas bertahap ke puluhan lapas di berbagai daerah Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) memperluas program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lapas dan Rutan. Saat ini, tercatat sudah ada 70 titik dapur MBG yang beroperasi di lapas dan rutan di berbagai daerah di Indonesia.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi menyampaikan program tersebut bermula dari Lapas Sukamiskin, sebelum diperluas bertahap ke puluhan lapas di berbagai daerah Indonesia. Menurutnya, pengembangan tersebut menjadi langkah nyata pemasyarakatan mendukung program gizi nasional pemerintah bagi masyarakat luas secara berkelanjutan.

“Awal MBG itu kan di Lapas Sukamiskin, sekarang ini sudah 70 titik di lapas dan rutan yang ada MBG. Untuk akhir bulan ini, proses penyelesaian 28 titik lagi diharapkan rampung. Mudah-mudahan sisanya juga terus berjalan,” kata Mashudi saat diwawancarai awak media di kantor Ditjen PAS, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Mei 2026.

Menariknya, kata Mashudi, program tersebut hanya berfungsi sebagai penyedia layanan makan bergizi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan warga binaan. Ia menyebut terdapat 20 warga binaan bekerja di dapur SPPG setelah lolos assessment, memenuhi syarat, dan berkelakuan baik selama ini.

“Sebanyak 20 orang itu adalah warga binaan yang bekerja di situ. Tentu dengan norma-norma sesuai SOP MBG,” ujarnya.

Mashudi menegaskan, warga binaan yang terlibat dalam operasional dapur juga memperoleh upah atas pekerjaan yang mereka lakukan. Menurut dia, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan sekaligus bekal keterampilan bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.

“Harapan kita ke depan, warga binaan yang punya keahlian memasak dari hasil assessment itu bisa kita berdayakan. Dapur MBG di lapas dan rutan memberdayakan warga binaan sekaligus menambah pemasukan negara,” kata Mashudi menutup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....