Tekan Kecelakaan, Kemenhub: Perkuat Keselamatan Transportasi
- 18 Sep 2026 22:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenhub meminta seluruh insan perhubungan memperkuat budaya keselamatan transportasi.
- Keselamatan transportasi tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan kemajuan teknologi, tetapi juga kualitas SDM yang memiliki kesadaran dan komitmen terhadap keselamatan.
- Berdasarkan data Korlantas Polri, pada 2025 tercatat 158.508 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan total korban mencapai 238.878 orang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta seluruh insan perhubungan memperkuat budaya keselamatan transportasi. Yakni, melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pelayanan, tata kelola, dan inovasi.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengatakan keselamatan transportasi tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan kemajuan teknologi. Tetapi juga kualitas SDM yang memiliki kesadaran dan komitmen terhadap keselamatan.
"Keselamatan transportasi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas SDM yang memiliki kesadaran, kepedulian, dan komitmen pada keselamatan," kata Aan di Jakarta, Jumat 18 September 2026.
Aan menyampaikan hal tersebut dalam rangkaian perayaan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026. Dalam momentum tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mencanangkan Bulan Keselamatan Transportasi.
Sejalan dengan pencanangan itu, Ditjen Perhubungan Darat memberikan penghargaan bidang keselamatan transportasi darat kepada sejumlah insan perhubungan yang dinilai berprestasi. "Kami memberikan penghargaan kepada para insan transportasi terbaik di lingkungan Kementerian Perhubungan maupun di luar Kementerian Perhubungan," ujarnya.
Menurut Aan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan, tata kelola, dan inovasi di bidang transportasi darat. Salah satu penghargaan diberikan melalui Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Nasional Tahun 2026.
Aan mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan budaya tertib dan berkeselamatan dalam berlalu lintas. Terutama di kalangan pelajar.
Berdasarkan data Korlantas Polri, pada 2025 tercatat 158.508 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan total korban mencapai 238.878 orang. Pelajar menjadi salah satu kelompok usia yang rentan menjadi korban kecelakaan lalu lintas.
"Angka kecelakaan dan fatalitas harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama untuk terus ditekan," kata Aan. Ia berharap penghargaan bagi pelajar pelopor keselamatan dapat melahirkan calon pemimpin, inovator, dan teladan keselamatan lalu lintas yang mampu menginspirasi masyarakat.
"Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi ruang untuk melahirkan calon pemimpin, inovator, dan role model keselamatan lalu lintas yang menginspirasi masyarakat luas," ujarnya.
Selain penghargaan bagi pelajar pelopor keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Ditjen Perhubungan Darat memberikan penghargaan kepada insan transportasi di lingkungan Kemenhub untuk kategori Terminal Penumpang Tipe A Berbasis Green dan Smart. Serta Satuan Pelayanan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).
"Pemberian penghargaan ini telah melalui proses panjang dan berjenjang yang disertai indikator tertentu di bidang masing-masing," ucap Aan.
Dalam kategori Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Tingkat Nasional 2026, juara terbaik diraih Sem Wibisono S dari SMA Negeri 1 Tanjung Selor, Kalimantan Utara.
Posisi berikutnya ditempati Fulvya Nasywa dari SMA Islam Al-Azhar 7 Sukoharjo dan Eshan Abdillah Darutomo dari SMA Negeri 71 Jakarta.
Untuk kategori teknologi, penghargaan diraih Ahmad Ghozi Islami dari SMA Negeri 7 Kota Banjarmasin dan Agri Ridhowi Rabbani dari SMA Negeri Titian Teras Haji Abdurrahman Sayoeti, Jambi.
Sementara kategori sosial budaya diraih Ribka Bawin Hatalasinta Lumamba dari SMA Negeri 1 Basarang, Kalimantan Tengah. Serta Izzaty Hilma dari SMA Negeri Modal Bangsa, Aceh.
Penghargaan pembina terbaik diberikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai peringkat pertama. Disusul Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pada kategori Terminal Penumpang Tipe A Berbasis Green dan Smart, penghargaan terbaik pertama diraih Terminal Tipe A Tidar Magelang yang dikelola Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas I Jawa Tengah. Berikutnya adalah Terminal Tipe A Patria Blitar, Terminal Tipe A Mengwi Bali, Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, dan Terminal Tipe A Tawang Alun Jember.
Adapun kategori Satuan Pelayanan UPPKB, penghargaan terbaik pertama diraih UPPKB Guyangan Nganjuk. Peringkat selanjutnya diberikan kepada UPPKB Marisa Pohuwato, UPPKB Anjir Serapat Kapuas, UPPKB Watudodol Banyuwangi, dan UPPKB Kalibaru Manis Banyuwangi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....