Kemenhub Perkuat Upaya Pencarian dan Penanganan Penumpang KMP Virgo Transport 8

  • 16 Sep 2026 10:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemenhub terus mengoptimalkan pencarian terhadap 129 orang yang masih belum ditemukan dari total 243 orang dalam insiden KMP Virgo Transport 8
  • Sebanyak 114 orang telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia
  • Pencarian diperkuat dengan dukungan kapal sekitar, Notice to Mariners, pemantauan VTS, serta KN Kunyit sebagai relay komunikasi

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengoptimalkan pencarian 129 korban insiden KMP Virgo Transport 8. Operasi penyelamatan massal tersebut dilaksanakan di wilayah perairan Laut Jawa sejak hari Minggu, 13 September 2026.

Hingga saat ini, sebanyak 114 orang dari total 243 orang telah ditemukan dalam insiden tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang ditemukan selamat, sedangkan enam orang lainnya ditemukan meninggal dunia.

Sebanyak 86 orang dari korban yang telah ditemukan tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan. Jumlah tersebut terdiri atas 85 orang dalam kondisi selamat dan satu orang meninggal dunia.

Selain itu, sebanyak 22 korban selamat yang sebelumnya berada di KM Cahaya Bahari telah berhasil dievakuasi. Proses evakuasi dilakukan menggunakan KRI Nala-363 hingga para korban tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Untuk mendukung pencarian, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menerbitkan, menyiarkan Notice to Mariners (NTM) kepada kapal-kapal sekitar wilayah operasi. Melalui pemberitahuan tersebut, kapal yang berada atau melintas di sekitar lokasi diminta meningkatkan kewaspadaan.

Kapal-kapal yang berlayar di sekitar lokasi juga diminta membantu melakukan penyisiran selama proses pencarian berlangsung. Apabila menemukan korban atau informasi terkait, kapal diminta segera melaporkannya kepada KSOP, VTS, SROP, atau pihak terkait.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan dukungan tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi pencarian korban yang masih berlangsung. Menurutnya, seluruh dukungan yang dimiliki Ditjen Perhubungan Laut terus dioptimalkan dalam operasi tersebut.

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan mengoptimalkan dukungan yang dimiliki Ditjen Perhubungan Laut untuk membantu proses pencarian. Keselamatan seluruh unsur yang terlibat tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan operasi,” ujar Masyhud dalam keterangannya, Selasa, 15 September 2026.

Selain pencarian, Ditjen Perhubungan Laut terus melakukan pemantauan dan komunikasi melalui Vessel Traffic Service atau VTS serta Stasiun Radio Pantai. Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit juga dikerahkan sebagai relay komunikasi radio antara kapal di lokasi dan SROP.

Pengerahan KN Kunyit dilakukan karena jarak lokasi operasi menyebabkan sebagian kapal tidak dapat melakukan transmisi radio secara langsung. Keberadaan kapal tersebut diharapkan mendukung kelancaran komunikasi selama proses pencarian korban berlangsung.

“Dukungan komunikasi dan pemantauan terus kami optimalkan. Agar koordinasi dan pertukaran informasi antara kapal-kapal di lokasi dengan petugas di darat dapat berjalan dengan baik selama proses pencarian berlangsung,” jelas Masyhud.

Dalam penanganan korban dan keluarga, Kemenhub turut mendampingi PT Jasa Raharja dalam penyerahan santunan kepada ahli waris korban meninggal. Santunan tersebut diberikan setelah insiden KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan saat berlayar pada rute Surabaya–Banjarmasin.

Masyhud menegaskan Ditjen Perhubungan Laut akan terus memantau perkembangan penanganan insiden KMP Virgo Transport 8. Dukungan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, baik untuk pencarian maupun penanganan korban dan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....