Kriyanusa 2026, Dekranas: Produk Kerajinan Harus Memperhatikan Aspek Lingkungan

  • 18 Sep 2026 22:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 akan digelar pada 26-30 September 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.
  • Ketua Dekranas Tri Tito Karnavian menekankan bahwa pameran ini akan mengutamakan aspek lingkungan dalam setiap produk kerajinan yang ditampilkan.
  • Ajang pameran ini akan menampilkan berbagai karya kerajinan khas nusantara yang mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Tri Tito Karnavian mengatakan, pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026, menekankan aspek lingkungan. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers Kriyanusa 2026, di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Jakarta.

Ajang pameran ini, akan digelar pada 26-30 September 2026, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. Berbagai produk yang akan ditampilkan pada ajang pameran ini, akan menampilkan berbagai karya kerajinan khas nusantara.

Produk kerajinan tersebut diungkapkan Tri Tito, ditekankan harus memperhatikan aspek lingkungan. Hal tersebut dijelaskannya, sejalan dengan tema Kriyanusa 2026 bertajuk 'Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia'.

"Hasil-hasil kerajinan ini harus berkesinambungan. Tidak hanya dalam siklus yang satu kali, tapi siklus yang terus-menerus, yang pasti juga memperhatikan aspek lingkungan," kata Tri Tito saat konferensi pers Kriyanusa 2026, Jakarta, Jumat, 18 September 2026.

Lebih lanjut dijelaskannya, tema Kriyanusa 2026 ini menjadi bagian dari perhatian Dekranas akan kondisi lingkungan saat ini. Menurut Ketua Harian Dekranas, saat ini kondisi lingkungan menjadi salah satu perhatian di kancah global.

Bahkan Tri Tito menyebut, aspek lingkungan dalam produk kerajinan lokal akan dipamerkan tersebut, sebagai langkah mendukung ekonomi wisata hijau. Dengan hal ini diyakininya, produk karya kerajinan khas nusantara dalam Kriyanusa 2026 akan mendapat perhatian dari pasar global.

"Karena memang isu lingkungan di seluruh dunia, untuk produk-produk utamanya kerajinan tangan, ini pasti lebih menjual dengan isu-isu lingkungan yang mana kita mendukung ekowisata. Dan kemudian juga kita ingin mencapai pasar dunia," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....