Bertemu Wakil PM Malaysia, Wapres Dorong Percepatan ASEAN Halal Council

  • 17 Sep 2026 15:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid bin Hamidi untuk memperkuat kerja sama bilateral di sektor halal.
  • Indonesia dan Malaysia telah mencapai kesepakatan strategis untuk meningkatkan kolaborasi dalam industri halal sebagai bagian dari hubungan ekonomi bilateral.
  • Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka menghadiri Halal Summit, menunjukkan komitmen kedua negara terhadap pengembangan ekosistem halal yang berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melakukan pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia Ahmad Zahid bin Hamidi. Dalam kesempatan itu, Indonesia dan Malaysia sepakat untuk memperkuat kerja sama di sektor halal.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan Baras usai mendampingi Wapres usai pertemuan. Menurut pria yang akrab disapa Babe Haikal ini kedatangan Wakil PM Zahid ini memenuhi undangan pihaknya menghadiri Halal Summit.

Menurut Babe, kedua negara berencana membentuk Indonesia-Malaysia Halal Council pada akhir 2026. Langkah tersebut menjadi tahap awal menuju pembentukan ASEAN Halal Council.

"Salah satu poin penting dari acara ini adalah, sesuai dengan kunjungan kami sebelumnya ke Wakil Perdana Menteri. Membentuk rencana besar yaitu World Halal Council, yang sebelumnya akan kita bentuk tahun depan ASEAN Halal Council," kata Babe di Istana Wapres, Jakarta, Kamis, 17 September 2026.

"Dan rencananya di akhir tahun ini kita berdua memprakarsai Indonesia-Malaysia Halal Council," ujarnya. Ia mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan mempermudah pengakuan produk halal kedua negara.

"Sehingga barang-barang halal yang ada di Indonesia itu sudah automaticly halal di Malaysia dan barang Malaysiapun sudah di Indonesia. Dengan cap yang sama, artinya sudah trust, mutual recognition agreement sudah naik kelas, sudah trust each other," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Babe mengatakan logo halal Indonesia kini menjadi salah satu rujukan sejumlah negara. Delegasi dari Sri Lanka dan Myanmar disebut mempertimbangkan penerimaan Indonesia terhadap suatu produk.

Menurut Babe, kondisi tersebut menunjukkan logo halal Indonesia memiliki posisi penting di tingkat internasional. Logo tersebut dinilai menjadi salah satu barometer penerimaan produk halal di sejumlah negara.

Ia menambahkan, dalam pertemuan itu Wapres Gibran juga mendukung percepatan pembentukan ASEAN Halal Council. Pembentukan tersebut ditargetkan menjadi tahap menuju World Halal Council.

"Halal itu bukan untuk agama tertentu, tapi untuk semua. Jadi halal Indonesia untuk masyarakat dunia, itu yang terjadi 2029 nanti," ujarnya.

"Kita start dengan Indonesia Halal Council. Tahun depan pertengahan menjadi ASEAN Halal Council, 2028 pertengahan akan menjadi World Halal Council," katanya.

Ia mengatakan, halal kini berkembang menjadi bagian dari transparansi, ketertelusuran, dan kepercayaan terhadap produk. Menurutnya, konsep halal tidak lagi sebatas memastikan produk bebas dari babi, lemak babi, dan alkohol.

"Di Eropa sudah tren sekali halal disebut elite food. Sehingga sudah menjadi elit gitu, di China halal sudah menjadi growth economy, ya mesin pertumbuhan ekonomi," katanya.

"Di Korea halal menjadi julukan double clean. Jadi beberapa negara telah meletakkan halal itu adalah makanan internasional yang bermutu tinggi," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....