Mentan Amran Ingatkan Mahasiswa UMRI Jauhi Korupsi
- 18 Sep 2026 21:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Amran mengingatkan 3.738 mahasiswa baru UMRI menjaga integritas sejak bangku kuliah
- Mahasiswa diminta tidak mengambil hak orang lain dan menjauhi praktik korupsi
- Amran mendorong mahasiswa membangun kemandirian melalui pekerjaan dan usaha yang halal
- Sektor pertanian didorong menjadi ruang kewirausahaan bagi generasi muda
- Mahasiswa diminta berani bermimpi besar, bertindak, bekerja keras, dan tetap menjaga kejujuran
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengingatkan 3.738 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Riau untuk tidak mengambil hak orang lain. Ia menegaskan, integritas harus dibangun sejak bangku kuliah sebelum mahasiswa memasuki dunia kerja.
Pesan tersebut disampaikan Amran saat memberikan kuliah umum dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru dan Masa Ta’aruf (PKKMB & MASTA) di Pekanbaru, Kamis, 17 September 2026. Kuliah umum tersebut mengangkat tema membangun kewirausahaan dan agribisnis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Jangan pernah mengambil haknya orang. Apalagi korupsi,” ucapnya.
"Jangan, karena itu akan merusak Anda nanti ke depan. Karakter Anda rusak ke depan."
Amran mengatakan kemampuan akademik dan kesuksesan ekonomi tidak berarti jika dibangun tanpa kejujuran. Ia meminta mahasiswa membiasakan diri bekerja keras, disiplin, bertanggung jawab, dan berani memulai sesuatu secara mandiri.
“Tidak ada orang besar mimpi kecil, make big dream, kemudian bertindak, take action. Anda bertindak, Anda memulai, jangan ragu-ragu,” ujar Amran.
| Baca juga: Kementan Siapkan AUTP Hadapi El Nino |
"Kemudian persisten, sabar menghadapi semua cobaan. Ujungnya adalah sukses."
Amran juga mengajak mahasiswa belajar mandiri dan mencari penghasilan sejak dini melalui pekerjaan maupun usaha yang halal. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat melatih kerja keras, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap sebuah proses.
“Mulai belajar cari uang. Bukan nilai uangnya. Kalau perlu jadi tukang batu, kalau perlu berkebun, macam-macam. Jual bakso, jual apa saja. Yang penting halal,” katanya.
Dalam kuliah tersebut, Amran turut mengajak mahasiswa melihat pertanian sebagai ruang kewirausahaan. Menurutnya, sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan kegiatan produksi, tetapi juga perdagangan, teknologi, dan pengembangan produk bernilai tambah.
Amran mencontohkan mahasiswa yang sudah menjalankan usaha sejak semester pertama. Ia menilai keberanian memulai usaha sejak muda dapat membentuk mental mandiri.
“Jangan takut memulai dari bawah. Yang penting halal, jujur, dan mau bekerja keras,” ucapnya.
Amran juga mengingatkan mahasiswa untuk menghormati orang tua dan dosen serta menjalani pendidikan dengan sungguh-sungguh. Ia menilai keberhasilan membutuhkan proses, tekanan, kegagalan, dan ketekunan.
Menutup kuliah umumnya, Amran meminta mahasiswa memanfaatkan masa awal perkuliahan untuk membangun masa depan. Ia mengajak mahasiswa memiliki mimpi besar, berani bertindak, bekerja keras, dan tetap menjaga integritas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....