Mentan Pastikan El Nino Tak Ganggu Musim Tanam

  • 14 Sep 2026 19:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Andi Amran Sulaiman memastikan El Nino tidak mengganggu musim tanam nasional
  • Pemerintah fokus menanam lahan beririgasi dan menggunakan benih tahan kekeringan
  • Perbaikan irigasi telah mencakup sekitar 3–4 juta hektare lahan
  • Standing crop mencapai sekitar 3,8 juta hektare untuk menopang ketersediaan pangan
  • Ketersediaan beras nasional diperkirakan cukup memenuhi kebutuhan hingga panen puncak Maret mendatang

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memastikan El Nino tidak mengganggu musim tanam nasional. Pemerintah fokus menanam lahan beririgasi dan menggunakan benih tahan kekeringan untuk menjaga produksi pangan.

Amran mengatakan pemerintah telah memperbaiki jaringan irigasi untuk mendukung penanaman di tengah kondisi El Nino. Total lahan yang mendapat perbaikan irigasi mencapai sekitar tiga hingga empat juta hektare.

“Dengan El Nino sekarang, kita fokus tanami daerah irigasi yang sudah kita perbaiki irigasi. Totalnya semua tiga sampai empat juta hektare,” kata Amran di Jakarta, Senin 14 September 2026.

Selain mengandalkan irigasi, pemerintah menggunakan benih yang tahan terhadap kekeringan. Pemerintah juga menerapkan metode baru yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas padi.

Amran menyebut metode tersebut telah menunjukkan hasil dengan produktivitas sekitar delapan hingga 13 ton per hektare. Produksi pada sejumlah lokasi bahkan mencapai sekitar 10 hingga 12 ton per hektare.

Pemerintah juga membackup wilayah yang memiliki sumber air untuk memastikan kegiatan pertanian tetap berjalan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak kekeringan selama El Nino.

Amran mengatakan keyakinan tersebut juga didukung ketersediaan tanaman yang masih berada di lahan atau "standing crop". Saat ini, "standing crop" disebut mencapai sekitar 3,8 juta hektare.

Selain tanaman yang masih berada di lahan, ketersediaan beras juga berasal dari masyarakat serta stok Bulog. Total ketersediaan tersebut disebut mencapai sekitar 26 juta ton.

Amran memperkirakan kebutuhan beras sekitar 2,6 juta ton per bulan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga panen puncak pada Maret mendatang. “Jadi aman,” kata Amran.

Pemerintah terus mengoptimalkan irigasi, penggunaan benih tahan kekeringan, dan metode produksi baru untuk menjaga keberlanjutan musim tanam. Upaya tersebut dilakukan agar El Nino tidak menghambat produksi dan ketersediaan pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....