Pertamina Ingatkan Warga Tak Bagikan Barcode QR Code Sembarangan
- 09 Mei 2026 06:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pertamina mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membagikan barcode kepada orang lain setelah mendapatkan QR Code baru untuk pembelian BBM bersubsidi.
- Perusahaan menegaskan, barcode tersebut bersifat pribadi dan hanya boleh digunakan oleh pemilik kendaraan yang telah terdaftar dalam program subsidi tepat.
RRI.CO.ID, Kupang - Pertamina mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membagikan barcode kepada orang lain setelah mendapatkan QR Code baru untuk pembelian BBM bersubsidi. Perusahaan menegaskan, barcode tersebut bersifat pribadi dan hanya boleh digunakan oleh pemilik kendaraan yang telah terdaftar dalam program subsidi tepat.
Area Manager Comm Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan, penyebaran barcode kepada pihak lain berpotensi menimbulkan penyalahgunaan. Serta merugikan masyarakat yang berhak menerima subsidi.
Selain itu, Pertamina mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan barcode di lapangan. Laporan tersebut akan menjadi dasar untuk dilakukan pengecekan dan verifikasi lebih lanjut oleh pihak terkait.
Ia juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada lembaga penyalur yang terbukti melakukan pelanggaran. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga penyaluran BBM bersubsidi tetap tepat sasaran serta mencegah praktik penyalahgunaan di tingkat distribusi.
Lebih jauh, masyarakat pengguna bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diminta untuk mereset QR Code Subsidi Tepat secara berkala. Hal ini untuk mencegah penyalahgunaan kuota.
Ia mengatakan langkah tersebut penting untuk meningkatkan keamanan data. Serta menghindari pemanfaatan QR Code oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Untuk meningkatkan keamanan data dan mencegah penyalahgunaan kuota BBM oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Maka, kami sarankan masyarakat melakukan reset QR Code subsidi tepat secara berkala,” ujarnya, Jumat 8 Mei 2026.
Ahad menjelaskan, indikasi penggunaan barcode oleh pihak lain kerap terjadi pada kendaraan yang sudah berpindah tangan. Nomor polisi kendaraan yang masih terhubung dengan QR Code lama berpotensi dimanfaatkan oleh pemilik sebelumnya atau pihak lain.
Untuk memudahkan proses reset, setiap SPBU telah menyediakan helpdesk Pertamina. Konsumen yang mengalami kendala diminta tidak ragu meminta bantuan petugas di lokasi.
“Kalau ada kendala, bisa sampaikan ke kami. Atau Pertamina Contact Center di 135,” katanya.
Dalam beberapa hari terakhir, warga di Kota Kupang mengeluhkan kesulitan mengisi BBM subsidi di sejumlah SPBU karena kuota dinyatakan telah habis. Padahal pemilik kendaraan mengaku belum melakukan pengisian.
Sementara itu, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur juga telah membongkar kasus penyalahgunaan BBM subsidi. Salah satu modus yang ditemukan adalah penggunaan QR Code milik orang lain, dengan sekitar 40 orang berpotensi menjadi tersangka dalam kasus tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....