Mensos Minta Kepala Sekolah Rakyat Perkuat Integritas
- 18 Sep 2026 16:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mensos Saifullah Yusuf meminta Kepala Sekolah Rakyat menjaga integritas dalam penyelenggaraan pendidikan
- Kepala sekolah diminta segera melaporkan persoalan agar dapat dicarikan solusi bersama Kemensos
- Penyelenggaraan Sekolah Rakyat perlu memperkuat sarana prasarana, tata kelola, dan operasional
- Penguatan moral menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan Sekolah Rakyat
- Prof Muhammad Nuh menilai pemahaman karakteristik dan kebutuhan psikososial siswa penting dalam menentukan pendekatan pendidikan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf meminta seluruh Kepala Sekolah Rakyat menjaga integritas dalam penyelenggaraan pendidikan. Ia mengingatkan agar setiap persoalan segera dikonsultasikan untuk mencegah terjadinya penyimpangan.
“Para kepala sekolah, sekali lagi saya titipkan apa yang disampaikan Prof. Nuh tadi. Kepala sekolah harus memahami siapa sesungguhnya siswa kita dan perlakuannya,” kata Gus Ipul dalam Rapat Dinas di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Gus Ipul menegaskan kepala sekolah harus menjadikan moral sebagai pedoman dalam menjalankan tugas. Ia juga mengingatkan setiap penyimpangan cepat atau lambat akan terungkap.
“Lebih baik para kepala sekolah jika ada masalah segera menyampaikan langsung kepada kami. Supaya kita bisa carikan solusi secara bersama-sama,” ujarnya.
| Baca juga: Wamensos Minta Sekolah Rakyat Dikawal Ketat |
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat telah berjalan selama satu tahun dengan dinamika dan tantangan yang semakin besar. Kondisi tersebut membutuhkan perbaikan serta penguatan dalam berbagai aspek penyelenggaraan.
Ia menyebut tiga aspek yang perlu diperkuat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Ketiganya meliputi sarana dan prasarana, tata kelola, serta operasional termasuk penguatan moral.
“Kemarin saya diberi pandangan oleh Prof. Nuh, ada tiga hal yang paling penting. Pertama, dukungan sarana-prasarana dan kedua, perkuat tata kelola,” ucapnya.
“Yang ketiga menyangkut operasional, salah satu titik paling krusialnya adalah penguatan moral. Ini yang perlu kita perhatikan bersama,” ujarnya, menegaskan.
Sementara itu, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Muhammad Nuh menekankan pentingnya memahami karakteristik siswa. Menurutnya, pemahaman tersebut menentukan pendekatan pendidikan yang diberikan kepada siswa.
“Kalau kita belum memahami sejati-jatinya Sekolah Rakyat, treatment yang dilakukan tentu tidak maksimal. Di situ ada persoalan yang perlu kita pahami lebih dalam,” kata Nuh.
Nuh mengatakan siswa Sekolah Rakyat tidak hanya membutuhkan akses pendidikan. Menurutnya, aspek psikososial juga perlu diperhatikan dalam proses pendidikan.
“Karena di situ bukan hanya itu yang dibutuhkan, ada persoalan psikososial. Maka inilah yang menjadi keunikan dari Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Memasuki tahun kedua, Nuh berharap keberhasilan Sekolah Rakyat dapat diukur secara lebih terukur. Salah satunya melalui Social Return on Investment atau SROI untuk melihat dampak sosial program.
“Dari sisi investasi, kita bisa sampaikan kepada publik dan meyakinkan Presiden. Bahwa kebijakan ini tidak hanya benar dari perspektif akademik dan pendidikan,” katanya.
Menurut Nuh, pengukuran SROI juga dapat menunjukkan manfaat sosial yang dihasilkan Sekolah Rakyat. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya mengukur dampak program secara lebih menyeluruh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....