Gus Ipul Minta Kepala Sekolah Rakyat Cegah 'Tiga Dosa' Pendidikan
- 13 Sep 2026 10:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mensos Saifullah Yusuf meminta kepala Sekolah Rakyat memperkuat SOP penyelenggaraan pendidikan
- Penguatan SOP ditujukan mencegah perundungan, kekerasan seksual, kekerasan fisik, dan intoleransi
- Kepala sekolah diminta mengenali seluruh SDM serta kondisi peserta didik
- Tenaga kependidikan diminta memahami SOP melalui sosialisasi, kontrak kerja, dan pakta integritas
- Kepala sentra diminta membantu penanganan kasus yang muncul di Sekolah Rakyat
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf meminta seluruh kepala Sekolah Rakyat memperkuat standar operasional prosedur atau SOP. Menurutnya, penguatan SOP diperlukan untuk mencegah tiga dosa pendidikan berupa perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi di lingkungan sekolah.
Gus Ipul menyampaikan arahan tersebut saat rapat bersama seluruh kepala Sekolah Rakyat dan kepala sentra secara daring, Jumat 11 September 2026. Ia meminta kepala sekolah mengenali seluruh sumber daya manusia serta kondisi siswa di masing-masing sekolah.
“Perkuat SOP, perkuat proses bisnis bapak-ibu sekalian, kenali dengan baik sumber daya manusia yang ada di sana,” kata Gus Ipul.
Menurutnya, kepala sekolah perlu memastikan seluruh tenaga kependidikan memahami SOP yang berlaku. Penerapan prosedur tersebut juga harus didukung kontrak kerja atau pakta integritas dengan seluruh tenaga kependidikan.
“Jadi Kepala Sekolah one-on-one bisa bikin kontrak kerja dengan mereka. Kemudian sosialisasikan, laksanakan dengan benar,” ujarnya.
Gus Ipul juga meminta kepala sentra ikut membantu kepala sekolah menangani persoalan yang muncul di Sekolah Rakyat. Siswa yang membutuhkan rehabilitasi dapat terlebih dahulu ditangani di sentra terdekat sebelum melanjutkan proses pembelajaran.
Menurutnya, peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari latar belakang keluarga rentan yang beragam. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan penanganan lebih agar proses pendidikan berjalan optimal.
“Jika ada masalah-masalah, kerja sama dengan kepala sentra. Jadi kenapa kepala sentra saya libatkan di sini, tolong setiap ada kasus segera bantu kepala sentra,” ucapnya.
Gus Ipul menekankan kepala sekolah merupakan pemimpin tertinggi sekaligus kompas moral dalam penyelenggaraan pendidikan. Karena itu, kepala sekolah harus memastikan lingkungan belajar terbebas dari perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, dan intoleransi.
Ia menegaskan Kemensos tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan yang masuk dalam tiga dosa besar pendidikan tersebut. Penguatan SOP dan koordinasi lintas unsur menjadi bagian dari upaya pencegahan sejak awal.
“Jadi kita mohon maaf sekali, kita tidak menolerir adanya tindakan yang mengarah kepada tiga hal itu,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....