Hotspot Nasional Turun, Sumsel Masih Jadi Perhatian

  • 18 Sep 2026 13:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menyusul masih tingginya potensi kebakaran di sejumlah wilayah.

Data terbaru menunjukkan jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional mencapai 475 titik per 17 September 2026. Angka tersebut turun tipis dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 479 titik.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi mengatakan, pengendalian karhutla terus dilakukan secara terpadu. Dengan memprioritaskan wilayah yang masih menunjukkan peningkatan hotspot.

“Pengendalian terus kami lakukan bersama seluruh unsur terkait. Saat ini perhatian lebih diarahkan ke Sumatera Selatan yang mencatat hotspot high confidence tertinggi di antara provinsi prioritas,” ujar Ristianto, dalam keterangannya, Jumat 17 September 2026.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan, Sumatra Selatan mencatat 184 hotspot, meningkat dari 123 titik. Sementara Kalimantan Tengah turun dari 102 menjadi 61 titik dan Kalimantan Selatan dari 11 menjadi lima titik.

Adapun Kalimantan Barat mencatat 30 titik, naik dari 21 titik, sedangkan Jambi meningkat dari 12 menjadi 15 titik. Sementara Riau menunjukkan perkembangan positif dengan nihil hotspot high confidence, setelah sebelumnya tercatat 11 titik.

Ristianto menyebut, upaya pengendalian di lapangan dilakukan melalui patroli, groundcheck, pemadaman, pembasahan, pendinginan, hingga operasi udara. Pemerintah juga menyiagakan 53 armada udara, serta mendukung Operasi Modifikasi Cuaca.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebelumnya turut meninjau penanganan karhutla dan kondisi habitat gajah di Suaka Margasatwa Padang Sugihan. Di Pusat Konservasi Gajah Jalur 21 terdapat 29 gajah binaan yang berdasarkan pemantauan masih dalam kondisi baik.

Kementerian Kehutanan mengingatkan, hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak otomatis menunjukkan satu kejadian kebakaran. Karena itu, setiap indikasi tetap perlu diverifikasi melalui pengecekan langsung di lapangan.

BMKG memprakirakan kondisi atmosfer masih relatif kering periode 18 hingga 24 September akibat pengaruh El Nino kategori sangat kuat. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko karhutla dan kabut asap di sejumlah wilayah.

Ristianto mengimbau masyarakat dan pelaku usaha tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api, asap, aktivitas pembakaran, maupun satwa liar yang terdampak karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....