Kepala BGN: Protein Hewani Paling Rawan Rusak dalam MBG
- 18 Sep 2026 08:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Protein hewani dinilai menjadi bahan yang rentan mengalami kerusakan dalam MBG.
- BGN memperketat pemeriksaan bahan baku sejak penerimaan.
- Marketplace disiapkan untuk menjaga kualitas dan harga bahan pangan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono mengatakan, protein hewani menjadi salah satu bahan pangan yang paling perlu mendapat perhatian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini dikarenakan bahan tersebut dinilai paling rentan mengalami kerusakan.
Sudaryono menyebut, sejumlah kasus gangguan kesehatan dalam pelaksanaan MBG berkaitan dengan makanan yang rusak. Terutama lauk yang didominasi protein hewani seperti ayam, telur, ikan, dan daging.
“Lebih banyak lauk, lebih banyak didominasi oleh protein hewani. Apakah ayam, telur, ikan, daging dan sebagainya dengan olah-olah lainnya,” ucap Sudaryono kepada wartawan, usai Rapat bersama Komisi IX DPR RI, Kamis, 17 September 2026.
Karena itu, BGN memperketat pemeriksaan bahan baku sejak proses penerimaan. BGN juga tengah membangun sistem semacam marketplace untuk memastikan kualitas protein hewani yang membutuhkan penanganan khusus tetap terjaga.
Namun, ia memastikan bahan pangan dibeli dengan harga yang wajar dan tanpa praktik markup. “Jangan sampai beli kualitas A tapi ternyata yang datang kualitasnya D, misalnya,” ujarnya.
Menurut Sudaryono, pengawasan bahan baku menjadi penting. Hal ini karena proses memasak yang benar tidak akan menjamin keamanan makanan apabila bahan yang digunakan sudah rusak.
Berkaitan dengan hal ini, BPOM menyiapkan 41.150 sampel untuk mendukung surveilans keamanan pangan dalam program MBG. Kepala BPOM, Taruna Ikrar menyatakan, jumlah sampel tersebut dihitung berdasarkan jumlah SPPG yang mencapai sekitar 27 ribu unit.
Pengambilan sampel dilakukan untuk mendukung upaya pencegahan serta mendeteksi potensi kerawanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. “Dari situ kami sudah menghitung dengan menggunakan rumus Yamane,” ucap Taruna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....