Sejarah Harhubnas, Berawal dari Penyatuan Hari Bakti Transportasi
- 17 Sep 2026 08:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Harhubnas berawal dari penyatuan berbagai hari jadi dan hari bakti sektor perhubungan pada 1971.
- Harhubnas ditetapkan melalui SK Menteri Perhubungan Nomor SK.274/G/1971 tertanggal 26 Agustus 1971.
- Peringatan Harhubnas bertujuan memperkuat kebersamaan, pelayanan, keselamatan, dan konektivitas transportasi nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta – Hari Perhubungan Nasional diperingati setiap 17 September sebagai momentum bagi insan transportasi Indonesia. Peringatan tersebut berawal dari penyatuan berbagai hari bakti sektor perhubungan pada 1971.
Melansir Dinas Perhubungan Provinsi Banten, sejumlah lembaga transportasi sebelumnya memperingati hari jadi masing-masing. Waktu pelaksanaannya berdekatan sehingga pemerintah menggagas penyatuan berbagai peringatan tersebut.
Langkah tersebut juga dilakukan agar pelaksanaan peringatan lebih efisien dari sisi waktu dan biaya. Pemerintah kemudian menetapkan satu momentum bersama bagi seluruh organisasi dan lembaga sektor perhubungan.
Keputusan itu tertuang dalam SK Menteri Perhubungan Nomor SK.274/G/1971 tertanggal 26 Agustus 1971. Melalui keputusan tersebut, hari jadi dan hari bakti sektor perhubungan disatukan menjadi Harhubnas.
Tanggal 17 September kemudian ditetapkan sebagai Hari Perhubungan Nasional. Sejak itu, Harhubnas menjadi momentum bersama seluruh insan transportasi Indonesia.
Harhubnas bukan sekadar memperingati hari lahir organisasi atau lembaga di bidang perhubungan. Momentum ini juga mengingatkan kembali berbagai peristiwa bersejarah dalam pembangunan transportasi nasional.
Peringatan tersebut diharapkan memberikan inspirasi dan motivasi bagi seluruh insan perhubungan. Semangat itu diarahkan untuk meningkatkan pelayanan sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah.
Sesuai SK.274/G/1971, Harhubnas memiliki tiga tujuan utama, yaitu:
- Meningkatkan rasa kebersamaan dan jiwa korsa insan perhubungan bersama mitra kerja jasa perhubungan.
- Meningkatkan kesadaran serta tanggung jawab untuk membudayakan peningkatan pelayanan yang lebih baik.
- Meningkatkan penghayatan dan pengamalan Lima Citra Manusia Perhubungan.
Tujuan tersebut kemudian berkembang bersama kebutuhan pembangunan sistem transportasi nasional. Harhubnas menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas melalui empat sektor transportasi, yakni:
- Transportasi darat.
- Transportasi laut.
- Transportasi udara.
- Perkeretaapian.
Keempat sektor tersebut diharapkan saling terintegrasi untuk mendukung konektivitas di seluruh Indonesia. Integrasi transportasi juga menjadi bagian penting dalam memperlancar aktivitas masyarakat dan perekonomian.
Pemerintah turut mendorong peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia transportasi. Sinergi antarpelaku diperlukan untuk menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan selamat.
Peringatan Harhubnas juga memiliki dua manfaat yang saling berkaitan. Kedua manfaat tersebut meliputi:
- Terbentuknya jiwa korsa dan kebersamaan seluruh anggota Keluarga Besar Sektor Perhubungan.
- Terciptanya apresiasi positif masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap organisasi serta insan perhubungan.
Apresiasi tersebut diharapkan tumbuh seiring peningkatan keselamatan dan pelayanan jasa transportasi. Perubahan itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang semakin baik.
Harhubnas akhirnya menjadi momentum bagi insan perhubungan untuk terus berkarya dan bekerja bersama membangun bangsa. Semangat tersebut sejalan dengan tujuan negara dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Lebih dari lima dekade setelah ditetapkan, Harhubnas tetap diperingati setiap 17 September. Peringatan ini menjadi pengingat tanggung jawab insan transportasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....