Pemda Tak Gunakan Anggaran dengan Baik, Presiden Pangkas Dana Transfer ke Daerah
- 17 Sep 2026 14:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto memangkas Dana Transfer ke Daerah (TKD) karena masih banyak pemerintah daerah yang belum menggunakan anggaran dengan optimal untuk pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memangkas dana Transfer ke Daerah (TKD) karena menilai beberapa pemerintah daerah belum menggunakan anggaran dengan baik. Menurut Presiden, masih ada dana yang telah ditransfer, tetapi tidak digunakan untuk pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Negara menegaskan kebijakan pengelolaan TKD perlu memastikan setiap anggaran negara digunakan secara efektif. Menurut dia, dana yang disalurkan pemerintah pusat harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah.
"Kadang-kadang aneh, pemda itu tidak menggunakan uang itu,” ujarnya di Hambalang, Bogor, Rabu 16 September 2026. “Kami ada bukti (uang-uang itu) ditaruh di bank, ada macam-macam.”
Presiden mengatakan terdapat sejumlah faktor yang membuat anggaran daerah tidak digunakan. Salah satunya persoalan antara kepala daerah dan DPRD yang dapat menghambat penggunaan anggaran.
“Di beberapa daerah terjadi konflik antara bupati atau gubernur dan DPRD setempat,” ujarnya. “Sehingga uang yang sudah kami transfer menjadi tidak terpakai.”
Kepala Negara menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap efektivitas penyaluran dan penggunaan anggaran daerah. Menurut Presiden, pemerintah perlu memastikan anggaran yang berasal dari APBN benar-benar menghasilkan pembangunan.
Presiden juga mengingatkan pemerintah daerah berwenang mengelola anggaran sesuai kebutuhan dan prioritas daerah. Namun, penggunaan anggaran tersebut tetap harus efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain dana daerah yang tersimpan di perbankan, Presiden menyoroti pembangunan infrastruktur dasar di tingkat desa. Menurut dia, masih ada kebutuhan infrastruktur yang belum terpenuhi meskipun anggaran telah disalurkan.
“Desentralisasi sudah berjalan 25 tahun,” ujarnya. Menurut Presiden, selama itu dana sudah diurunkan ke tiap-tiap desa masing-masing sebesar Rp1 miliar.
Kepala Negara kemudian memberikan contoh pembangunan jembatan di desa yang menurut dia membutuhkan anggaran sekitar Rp400 juta. Presiden juga mempertanyakan alasan pembangunan tersebut belum terealisasi ketika anggaran telah tersedia.
"Transfer ke daerah sudah, tetapi kenapa jembatan untuk di desa tidak pernah dibuat," katanya. Padahal, lanjut Kepala Negara, jembatan itu hanya menelan biaya Rp400 juta.
Karena kondisi tersebut, Prabowo mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran yang selama ini telah disalurkan pemerintah pusat. "Ke mana uang itu?" ujarmya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....