Gunung Semeru Erupsi Lagi, Dentuman Letusan Berlangsung 128 Detik
- 17 Sep 2026 08:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gunung Semeru di Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Rabu malam, 16 September 2026. Letusan yang terjadi pukul 22.18 WIB tersebut, disertai suara dentuman dan gemuruh di sekitar kawasan gunung api.
- Erupsi Gunung Semeru pada pukul 22.18 WIB, visual letusan tidak teramati. Letusan Gunung Semeru itu disertai suara dentuman/gemuruh
- Alhamdulillah tidak ada dampak akibat suara gemuruh tersebut
RRI.CO.ID, Jakarta - Gunung Semeru di Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Rabu malam, 16 September 2026. Letusan yang terjadi pukul 22.18 WIB tersebut, disertai suara dentuman dan gemuruh di sekitar kawasan gunung api.
PVMBG melalui Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra mengatakan, erupsi tersebut tidak dapat teramati secara visual. Namun, aktivitas letusan terekam jelas melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 25 milimeter dan durasi selama 128 detik.
"Erupsi Gunung Semeru pada pukul 22.18 WIB, visual letusan tidak teramati. Letusan Gunung Semeru itu disertai suara dentuman/gemuruh," kata Agastya dalam laporan tertulisnya seperti dilansir Antara, di Lumajang, Jawa Timur, Kamis, 17 September 2026.
Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho membenarkan, adanya suara gemuruh yang terdengar bersamaan dengan erupsi Gunung Semeru. Meski demikian, berdasarkan laporan sementara, suara tersebut tidak menimbulkan dampak terhadap masyarakat.
"Alhamdulillah tidak ada dampak akibat suara gemuruh tersebut," kata Isnugroho. Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.
Kondisi tersebut, ia mengatakan, membuat masyarakat diminta mematuhi sejumlah rekomendasi keselamatan di kawasan yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik. Masyarakat dilarang, melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
| Baca juga: Semeru Masih Siaga, BPBD Pastikan Warga Aman |
Badan Geologi Kementerian ESDM juga memberikan, perhatian khusus terhadap kawasan tersebut. Karena, kondisi erupsi Semeru berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar.
"Di luar radius tersebut, masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai sepanjang Besuk Kobokan. Potensi bahaya berupa perluasan awan panas dan aliran lahar dapat mencapai hingga 17 kilometer dari puncak," ucap Isnugroho.
Selain itu, ia menjelaskan, masyarakat tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kawasan tersebut dinilai rawan terhadap lontaran batu pijar.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang sungai. Beberapa kawasan yang menjadi perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Potensi lahar juga perlu diwaspadai pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. Masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai diminta mengikuti informasi serta arahan dari instansi berwenang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....