Semeru Level III Siaga, BPBD Lumajang Siagakan Petugas 24 Jam

  • 15 Sep 2026 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang mengalami erupsi pada Selasa, 15 September 2026 pukul 04.32 WIB dengan kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak.
  • BPBD Lumajang memastikan keadaan masyarakat sekitar erupsi masih aman dengan aktivitas harian tetap berjalan dengan normal tanpa gangguan signifikan.
  • Kolom abu dari erupsi pertama terlihat berwarna kelabu dengan intensitas yang tebal dan mengarah ke arah barat daya dari lokasi puncak gunung.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang mengalami erupsi pada Selasa, 15 September 2026. Letusan dilaporkan terjadi hingga 30 kali sejak pukul 06.00 WIB disertai suara dentuman dengan intensitas lemah hingga kuat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, menyampaikan kondisi Semeru masih tergolong aman. Menurutnya, masih belum ada peningkatan status sehingga Semeru tetap berada pada Level 3 (Siaga).

Meski begitu, BPBD tetap menyiagakan petugas melalui beberapa pos untuk memantau aktivitas Semeru secara berkala. Pemantauan dilakukan di beberapa pos, seperti pos Gunung Sawur untuk mengamati perkembangan aktivitas gunung serta kondisi kawasan sekitar.

“Siang ini kondisi masih aman, tapi BPBD tetap siaga melalui pos-pos, dan petugas juga tetap melakukan pemantauan. Terutama di pos Gunung Sawur untuk memantau aktivitas Gunung Semeru,” ucap Yudhi dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Selasa, 15 September 2026.

BPBD juga telah menyiapkan beberapa titik pengungsian dan jalur evakuasi jika erupsi berdampak kepada warga. Beberapa titik tersebut terletak di Desa Penanggal dan Desa Oro-Oro Ombo.

Yudhi mengatakan saat ini durasi kondisi erupsi sendiri tidak bisa dipastikan sebab aktivitas vulkanik Semeru bisa terjadi setiap hari. Tetapi, erupsi seperti pagi tadi dikatakan belum berdampak langsung terhadap kegiatan sehari-hari warga setempat.

Ia menyebut getaran dan dentuman saat erupsi merupakan kondisi yang wajar mengiringi aktivitas Gunung Semeru. Dampak yang lebih besar bisa terjadi saat material erupsi mencapai jarak yang lebih jauh dari biasanya.

“Ketinggian kolom paling hanya 1.000 meter dan maksimal 2.500 meter. Tapi tidak ada dampak kepada warga-warga sekitar dengan adanya erupsi ini,” kata Yudhi.

Penambang lokal dan penambang pasir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem. Masyarakat juga diminta untuk menjaga jarak dari titik rawan aliran sungai dan menghindari beraktivitas dekat kawasan puncak Semeru.

Yudhi menganggap warga sekitar Semeru telah memahami bahaya erupsi dan mengetahui jalur evakuasi. Ia mengatakan pemahaman tersebut pada dasarnya penting bagi masyarakat khususnya yang tinggal di kawasan gunung vulkanik.

Untuk kebutuhan kebencanaan, BPBD Lumajang telah menyiapkan sejumlah logistik dan peralatan. persediaan tersebut difungsikan untuk mendukung kesiapsiagaan penanganan bencana di daerah Lumajang.

Yudhi juga mengimbau warga agar tidak mudah mempercayai informasi bohong tentang erupsi Semeru yang beredar di media sosial. Sebelumnya sempat tersebar informasi keliru tentang Gunung Semeru.

“Ada hoaks Gunung Semeru meletus berbarengan dengan Gunung Krakatau, itu sebetulnya Gunung Semeru aman, masih di level siaga. Tadi kita sudah tinjau langsung, koordinasi dengan bot pemantau yang ada di Gunung Sawur, Gunung Semeru masih aman,” ujar Yudhi. (Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....