Wajib Ada di Rumah, Ini Isi Tas Siaga Bencana
- 17 Sep 2026 10:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gempa bumi dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan, sehingga kesiapsiagaan keluarga harus dilakukan sejak dini.
- Tas siaga bencana merupakan persiapan penting yang dapat diakses dengan mudah saat terjadi keadaan darurat.
- Isi tas siaga harus disusun berdasarkan kebutuhan dasar keluarga untuk membantu bertahan pada fase awal pasca-bencana.
RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa bumi yang terjadi tanpa mengenal waktu membuat kesiapsiagaan keluarga menjadi hal penting. Salah satu persiapan yang dapat dilakukan sejak sekarang ialah menyediakan tas siaga bencana yang mudah dijangkau ketika keadaan darurat.
Tas siaga bukan sekadar tempat menyimpan barang. Isinya perlu disusun berdasarkan kebutuhan dasar keluarga agar dapat membantu bertahan selama masa awal setelah bencana.
Badan Meteorologi, Klimtologi, dan Geofisika (BMKG) melalui edukasinya juga mendorong masyarakat menyiapkan tas siaga bencana ini. Berikut isi tas siaga bencana yang wajib ada di rumah:
1. Dokumen Penting
Dokumen penting sebaiknya disiapkan dalam bentuk salinan dan ditempatkan dalam plastik kedap air. Beberapa dokumen yang dapat disiapkan antara lain:
- Kartu Keluarga.
- KTP, SIM, atau paspor.
- Polis asuransi.
- Buku tabungan.
- Sertifikat atau dokumen berharga.
- Dokumen pendidikan seperti ijazah.
Dokumen tersebut sebaiknya ditempatkan pada bagian yang mudah diambil. Gunakan wadah kedap air untuk mengurangi risiko kerusakan akibat hujan atau genangan.
2. Air dan Makanan
Kebutuhan dasar harus menjadi prioritas dalam tas siaga. Siapkan air minum dan makanan siap saji yang dapat dikonsumsi tanpa proses memasak yang rumit.
Pilih makanan yang tahan disimpan dan sesuaikan jumlahnya dengan kebutuhan anggota keluarga. Periksa secara berkala tanggal kedaluwarsa makanan dan kondisi kemasannya.
3. Penerangan dan Komunikasi
Ketika listrik terputus, penerangan menjadi kebutuhan penting. Karena itu, masukkan senter dan baterai cadangan ke dalam tas siaga.
Siapkan pula ponsel, charger, dan baterai cadangan atau power bank. Radio juga dapat disiapkan sebagai alternatif memperoleh informasi ketika jaringan komunikasi atau listrik terganggu.
4. Pakaian dan Perlengkapan Pribadi
Tas siaga juga perlu berisi pakaian yang praktis. Siapkan baju, celana panjang, pakaian dalam, serta jas hujan.
Kebutuhan tersebut sebaiknya disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga. Jika ada bayi, anak-anak, lansia, atau anggota keluarga dengan kebutuhan khusus, perlengkapan mereka perlu mendapat prioritas.
5. Perlengkapan Pertolongan Pertama
Kotak P3K menjadi bagian penting dalam tas siaga. Isinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi setiap anggota keluarga.
Beberapa perlengkapan yang dapat disiapkan antara lain:
- Obat yang rutin dikonsumsi anggota keluarga.
- Parasetamol.
- Obat diare.
- Antiseptik.
- Perban.
- Kasa steril.
- Plester berbagai ukuran.
- Gunting kecil.
- Pinset.
- Peniti.
- Termometer.
6. Alat Darurat Lainnya
Selain kebutuhan dasar, terdapat sejumlah perlengkapan sederhana yang dapat membantu dalam kondisi darurat. Peluit dapat digunakan untuk memberikan sinyal ketika seseorang membutuhkan pertolongan.
Sementara itu, tali, plastik kedap air, dan perlengkapan serbaguna dapat membantu sesuai situasi di lapangan. Uang tunai dalam pecahan yang sesuai juga dapat disiapkan untuk mengantisipasi fasilitas pembayaran elektronik tidak selalu bisa digunakan.
7. Kebutuhan Keluarga Jangan Disamakan
Isi tas siaga tidak harus sama untuk setiap rumah tangga. Kebutuhan harus disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga, usia, kondisi kesehatan, serta lingkungan tempat tinggal.
Foto anggota keluarga juga dapat disimpan sebagai bagian dari perlengkapan identifikasi. Untuk wilayah tertentu, perlengkapan tambahan seperti kelambu dapat dipertimbangkan sesuai risiko setempat.
8. Simpan di Tempat yang Mudah Diambil
Tas siaga sebaiknya ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau. Jangan menyimpannya di tempat yang justru sulit diakses ketika terjadi gempa.
Selain menyiapkan tas, keluarga perlu mengetahui jalur keluar rumah dan tempat berkumpul setelah evakuasi. BMKG juga menyarankan masyarakat mengenali lingkungan tempat tinggal serta mengetahui lokasi yang aman untuk berlindung.
Kesiapsiagaan akan lebih efektif jika seluruh anggota keluarga mengetahui isi tas dan cara menggunakannya. Lakukan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan makanan, obat, baterai, dan perlengkapan lainnya masih layak digunakan.
Tas siaga bukan berarti seseorang mengharapkan bencana terjadi. Justru, keberadaannya membantu keluarga lebih siap menghadapi situasi darurat yang datang tanpa bisa dipastikan waktunya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....