Pahami, Persiapan yang Harus Dilakukan Saat Gempa Terjadi Malam dan Dini Hari

  • 17 Sep 2026 08:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa bumi dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan, termasuk saat masyarakat sedang tidur di malam hingga dini hari.
  • Kesiapsiagaan yang baik sangat penting untuk mengurangi kepanikan dan risiko cedera saat terjadi guncangan gempa.
  • Saat merasakan gempa di tempat tidur, jangan langsung berlari keluar rumah; sebaliknya, tetap tenang dan segera lindungi kepala serta tubuh dari kemungkinan tertimpa benda.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa bumi dapat terjadi kapan saja, termasuk saat masyarakat sedang tidur pada malam hingga dini hari. Kondisi tersebut membuat kesiapsiagaan penting dilakukan agar kepanikan tidak memperbesar risiko saat guncangan terjadi.

Eaat gempa terasa ketika berada di tempat tidur, jangan langsung berlari keluar rumah. Tetap tenang dan segera lindungi kepala serta tubuh dari kemungkinan tertimpa benda.

Berikut persiapan yang harus dilakukan saat gempa terjadi malam dan dini hari dikutip dari laman Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG):

Jika Gempa Terjadi Saat Sedang Tidur
  • Tetap berada di tempat tidur jika kondisi kamar masih aman.
  • Lindungi kepala dan leher menggunakan bantal atau tangan
  • Jika terdapat meja kokoh di dekat tempat tidur, berlindung di bawah meja.
  • Jauhi jendela, kaca, lemari, atau benda yang berpotensi jatuh.
  • Jangan langsung menggunakan lift atau berdesakan menuju pintu keluar.

BMKG juga merekomendasikan metode Drop, Cover, Hold On sebagai langkah perlindungan diri ketika gempa terjadi. Metode tersebut berarti merunduk, berlindung, kemudian bertahan sampai guncangan berhenti.

Jika Berada di Dalam Rumah

Segera lakukan Drop, yakni merundukkan tubuh untuk mengurangi risiko terkena benda yang jatuh. Selanjutnya lakukan Cover dengan melindungi kepala dan tubuh di bawah meja atau benda kokoh.

Kemudian lakukan Hold On, yaitu berpegangan pada meja atau tempat perlindungan hingga guncangan benar-benar berhenti. Jangan memaksakan diri keluar bangunan ketika posisi pintu terlalu jauh atau kondisi sekitar dipenuhi benda yang berjatuhan.

Setelah Guncangan Berhenti

Setelah gempa mereda, periksa kondisi diri dan anggota keluarga. Jika bangunan mengalami kerusakan, segera keluar secara tertib menggunakan tangga biasa dan menuju tempat aman.

Hindari penggunaan lift karena kondisi listrik maupun struktur bangunan dapat berubah setelah gempa. BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gempa susulan dan tidak memasuki bangunan yang sudah mengalami kerusakan.

Jika berada di luar rumah, menjauhlah dari bangunan, tiang listrik, pohon, dan benda lain yang berpotensi roboh. Perhatikan pula kondisi tanah untuk menghindari area yang mengalami rekahan.

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, segera menjauh dari pantai apabila gempa kuat dirasakan. Evakuasi menuju tempat yang lebih tinggi diperlukan jika terdapat potensi tsunami.

Jangan Langsung Percaya Informasi yang Belum Terverifikasi

Setelah gempa, masyarakat sebaiknya mencari informasi melalui sumber resmi. Hindari menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya karena dapat memicu kepanikan.

BMKG menyediakan informasi gempa dan tsunami melalui berbagai kanal resminya. Kesiapsiagaan juga perlu dibangun sebelum bencana, termasuk mengetahui jalur evakuasi dan lokasi aman di sekitar tempat tinggal.

Intinya, ketika gempa terjadi malam atau dini hari, jangan panik dan jangan langsung berlari tanpa memperhatikan kondisi. Lindungi kepala, berlindung di tempat aman, bertahan hingga guncangan berhenti, kemudian lakukan evakuasi secara tertib.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....