Gempa M5,6 Guncang Banten, Tidak Berpotensi Tsunami

  • 14 Sep 2026 19:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa bumi tektonik magnitudo 5,6 mengguncang wilayah laut selatan Bayah, Banten, Senin 14 September 2026.
  • BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

RRI.co.id, Jakarta - Gempa bumi tektonik magnitudo 5,6 mengguncang wilayah laut selatan Bayah, Banten, Senin 14 September 2026 pukul 16.27.40 WIB. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada pada koordinat 8,56 derajat Lintang Selatan dan 105,70 derajat Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di laut, sekitar 191 kilometer barat daya Bayah, Banten, dengan kedalaman 31 kilometer.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. “Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Wijayanto dalam keterangan tertulis, Senin 14 September 2026.

Wijayanto menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik atau oblique thrust fault,” ujarnya.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap, gempa dirasakan di Pandeglang dengan intensitas II Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga pukul 16.50 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....