Satukan Informasi Nasional, Kemdiktisaintek Luncurkan SatuBeasiswa Indonesia
- 16 Sep 2026 14:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong terwujudnya sistem informasi beasiswa di Indonesia yang terpusat melalui peluncuran SatuBeasiswa Indonesia. Platform tersebut diperkenalkan dalam Sarasehan Mitra Beasiswa SatuBeasiswa Indonesia di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan, Indonesia memiliki banyak peluang beasiswa yang diselenggarakan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi. Bahkan lembaga filantropi, perusahaan, hingga pemerintah negara sahabat.
Namun, informasi mengenai berbagai program tersebut masih tersebar melalui beragam saluran. Kondisi itu dinilai membuat peluang beasiswa belum sepenuhnya menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Untuk menjawab persoalan ini, kami menghadirkan SatuBeasiswa Indonesia, bahkan gagasannya sederhana. Informasi beasiswa dari seluruh mitra kita satukan dalam satu wadah, sehingga dapat menjangkau calon penerima di seluruh Indonesia, baik di kota besar maupun di pelosok negeri,” ujar Brian.
SatuBeasiswa Indonesia dirancang sebagai platform terpadu untuk menyatukan dan memperluas publikasi berbagai program beasiswa agar dapat diakses secara inklusif. Platform ini dapat dimanfaatkan masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, mulai dari calon mahasiswa, mahasiswa aktif, alumni, hingga masyarakat umum.
Berdasarkan data SatuBeasiswa Indonesia per 15 September 2026, sebanyak 71 program beasiswa telah tayang secara publik. Total pendanaan dari pemerintah dan mitra mencapai sekitar Rp16,37 triliun.
Data tersebut mencakup lebih dari 853 ribu penerima manfaat dari total kuota sekitar 1,22 juta orang. Angka itu merupakan data sementara dan akan terus berkembang seiring bertambahnya mitra serta proses verifikasi data.
Secara keseluruhan, SatuBeasiswa Indonesia telah mencatat 465 jenis beasiswa dari berbagai pemberi beasiswa. Sebanyak 340 jenis berasal dari mitra filantropi, 54 dari pemerintah daerah, 27 dari pemerintah pusat, 27 dari perusahaan, dan 17 dari perguruan tinggi.
Brian mengatakan, tingginya kontribusi mitra filantropi menunjukkan adanya kepedulian masyarakat terhadap keberlanjutan pendidikan generasi muda. “Data ini menunjukkan hal yang patut kita syukuri," ucapnya.
"Mitra filantropi menjadi kontributor jenis beasiswa terbanyak. Hal ini menandakan besarnya kepedulian masyarakat terhadap pendidikan anak bangsa,” katanya.
Konsolidasi informasi beasiswa melalui SatuBeasiswa Indonesia juga diarahkan untuk mendukung agenda peningkatan akses pendidikan tinggi secara nasional. Kemdiktisaintek mencatat Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi pada 2025 mencapai 32,89 persen.
Angka tersebut ditargetkan meningkat menjadi 34,92 persen pada 2026. Kemudian 38,04 persen pada 2029 dan mencapai 60 persen pada 2045.
Kemdiktisaintek menilai kemudahan menemukan informasi beasiswa dapat membantu calon mahasiswa dan mahasiswa mengakses dukungan pembiayaan pendidikan secara lebih tepat. Di sisi lain, partisipasi penyelenggara beasiswa dalam mengisi data pada SatuBeasiswa Indonesia memberikan ruang promosi berskala nasional.
Kehadiran dalam platform tersebut juga diharapkan memperkuat kredibilitas dan jangkauan program beasiswa. Bagi pemerintah, semakin lengkap data yang terhimpun akan membantu pemetaan kebutuhan beasiswa nasional.
Data tersebut dapat menjadi dasar untuk melakukan sinkronisasi program antarmitra dan mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi. Melalui SatuBeasiswa Indonesia, Kemdiktisaintek mendorong terbentuknya ekosistem informasi beasiswa yang terintegrasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....