Pemerintah Alokasikan Lebih dari Rp15 Triliun untuk Beasiswa

  • 16 Sep 2026 16:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mengalokasikan lebih dari Rp15 triliun setiap tahun untuk berbagai program beasiswa pendidikan tinggi. Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan anggaran tersebut belum sepenuhnya menjawab kebutuhan pembiayaan pendidikan tinggi yang terus berkembang.

“Pemerintah sudah banyak memberikan kontribusinya setiap tahun, lebih dari Rp15 triliun untuk berbagai beasiswa. Meskipun begitu, kami menyadari masih ada beberapa kebutuhan dan keinginan yang sangat banyak dari para pemberi beasiswa,” ujar Brian dalam Sarasehan Mitra Beasiswa dan peluncuran SatuBeasiswa Indonesia di Kantor Kemdiktisaintek Jakarta, Rabu, 16 September 2026.

Menurut Brian, kebutuhan pembiayaan pendidikan tinggi memerlukan keterlibatan lebih luas dari berbagai pihak. Pemerintah daerah, industri, perusahaan, lembaga filantropi, hingga negara sahabat dinilai dapat memperluas dukungan beasiswa.

Di sisi lain, informasi mengenai program beasiswa belum sepenuhnya tersedia secara terpadu. Kondisi ini menyulitkan calon penerima menemukan program yang sesuai dengan kebutuhannya.

Pemerintah kemudian menghadirkan SatuBeasiswa Indonesia sebagai portal informasi beasiswa secara terintegrasi. Platform tersebut mempertemukan informasi dari pemberi beasiswa dengan masyarakat yang membutuhkan.

“Dengan Satu Beasiswa Indonesia ini, kita ingin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan informasi di sini. Harapannya nanti juga muncul inisiatif-inisiatif program beasiswa,” kata Brian.

Brian menegaskan, SatuBeasiswa Indonesia tidak mengelola atau menyalurkan dana beasiswa. Platform tersebut berfungsi mengintegrasikan informasi dan data program beasiswa.

“Jadi sistemnya sebenarnya bukan berarti semua beasiswa kita kelola, memberikan uangnya, bukan. Jadi lebih kepada sifatnya informasi,” ujarnya.

Hingga kini, sekitar 460 mitra telah bergabung dalam platform tersebut. Sebagian besar berasal dari dalam negeri, sementara keterlibatan pemerintah daerah masih terus diperluas.

Sejumlah daerah telah menyatakan komitmennya, antara lain Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan DKI Jakarta. Beberapa pemerintah kabupaten dan kota juga telah mengalokasikan anggaran untuk program beasiswa.

Integrasi data diharapkan membantu menghindari tumpang tindih penerima beasiswa. Data yang terhubung juga dapat memperluas kesempatan mahasiswa memperoleh dukungan pendidikan dari berbagai sumber.

Brian juga mendorong masyarakat dan lembaga filantropi untuk ikut mendukung pengembangan talenta Indonesia. Menurutnya, dukungan beasiswa dapat menjadi investasi untuk menyiapkan sumber daya manusia masa depan.

“Kita ingin menggugah kesadarannya. Mari kita bersama-sama bergotong royong untuk menginvestasikan, menyiapkan talenta-talenta masa depan Indonesia,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....