Mengapa Hari Ozon Sedunia Diperingati Setiap 16 September? Ini Penjelasannya

  • 16 Sep 2026 14:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hari Ozon Sedunia diperingati setiap 16 September untuk mengenang penandatanganan Protokol Montreal pada 1987.
  • CFC menjadi salah satu zat yang diketahui berkontribusi terhadap kerusakan lapisan ozon.
  • Kerja sama internasional membuat penggunaan berbagai bahan perusak ozon berkurang dan mendorong proses pemulihan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Hari Ozon Sedunia diperingati setiap 16 September untuk meningkatkan kesadaran menjaga lapisan ozon. Lapisan tersebut menjadi pelindung alami Bumi dari sebagian besar radiasi ultraviolet Matahari.

Peringatan ini juga dikenal sebagai Hari Internasional untuk Pelestarian Lapisan Ozon. Momentum tersebut mengingatkan pentingnya kerja sama dunia menghadapi kerusakan atmosfer akibat aktivitas manusia.

Melansir National Today, tanggal tersebut dipilih untuk memperingati penandatanganan Protokol Montreal pada 1987. Kesepakatan itu menjadi tonggak pengendalian berbagai bahan kimia yang merusak lapisan ozon.

Mengenal Lapisan Ozon

Lapisan ozon merupakan bagian atmosfer yang memiliki konsentrasi ozon lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Lapisan tersebut terutama berada di stratosfer dan membantu menyerap radiasi ultraviolet dari Matahari.

Keberadaan ozon memungkinkan kehidupan di Bumi terlindungi dari paparan ultraviolet secara berlebihan. Radiasi tersebut dapat memberikan dampak buruk terhadap manusia, tumbuhan, maupun ekosistem lainnya.

Namun, tidak seluruh ozon memberikan manfaat yang sama bagi kehidupan manusia. Ozon pada lapisan bawah atmosfer justru dapat menjadi polutan dan mengganggu kesehatan.

Perhatian dunia terhadap kondisi lapisan ozon meningkat setelah ilmuwan menemukan tanda-tanda penipisan. Aktivitas manusia kemudian diketahui berperan dalam meningkatnya pelepasan berbagai zat perusak ozon.

Salah satu zat yang menjadi perhatian utama adalah klorofluorokarbon atau CFC. Bahan tersebut sebelumnya banyak digunakan pada lemari es, pendingin udara, serta berbagai produk aerosol.

CFC yang mencapai atmosfer dapat memicu proses kimia yang menyebabkan kerusakan molekul ozon. Kondisi tersebut membuat perlindungan alami Bumi terhadap radiasi ultraviolet menjadi semakin berkurang.

Penemuan Lapisan Ozon

Pengetahuan mengenai lapisan ozon berkembang melalui perjalanan penelitian yang berlangsung selama puluhan tahun. Charles Fabry dan Henri Buisson menjadi ilmuwan yang mengidentifikasi lapisan tersebut pada 1913.

Keduanya mempelajari radiasi Matahari yang bergerak melalui atmosfer menuju permukaan Bumi. Mereka menemukan bagian radiasi ultraviolet tidak mencapai permukaan pada panjang gelombang tertentu.

Penelitian kemudian menunjukkan radiasi yang hilang tersebut diserap oleh ozon dalam atmosfer. Temuan ini menjadi salah satu dasar perkembangan penelitian mengenai perlindungan atmosfer Bumi.

Kajian mengenai ozon selanjutnya dikembangkan meteorolog Inggris G.M.B. Dobson. Ia mengembangkan instrumen untuk mengukur jumlah ozon di atmosfer dari permukaan Bumi.

Perkembangan penelitian berlanjut ketika Sydney Chapman menjelaskan mekanisme pembentukan ozon pada 1930. Proses tersebut terjadi melalui interaksi antara radiasi ultraviolet dengan molekul oksigen di atmosfer.

Radiasi ultraviolet terlebih dahulu memecah molekul oksigen menjadi atom oksigen. Atom tersebut kemudian bergabung dengan molekul oksigen lainnya hingga membentuk ozon.

Ancaman CFC terhadap Lapisan Ozon

Pada dekade 1970-an, perhatian terhadap ancaman kerusakan ozon semakin meningkat. Ilmuwan mulai menghubungkan aktivitas manusia dengan pelepasan bahan kimia yang bertahan lama di atmosfer.

F. Sherwood Rowland dan Mario Molina menjadi tokoh penting dalam penelitian mengenai CFC. Keduanya menemukan CFC dapat berkontribusi terhadap proses penipisan lapisan ozon.

Penelitian tersebut mengubah pemahaman dunia mengenai dampak penggunaan bahan kimia terhadap atmosfer. Temuan ilmiah kemudian mendorong pembentukan kebijakan internasional untuk membatasi zat perusak ozon.

Penipisan lapisan ozon dapat meningkatkan jumlah radiasi ultraviolet yang mencapai permukaan Bumi. Paparan berlebihan berpotensi meningkatkan gangguan kesehatan sekaligus memberikan tekanan terhadap lingkungan.

Dampaknya dapat mencakup peningkatan risiko kanker kulit serta gangguan pada mata. Radiasi ultraviolet berlebihan juga dapat memberikan pengaruh terhadap tumbuhan dan berbagai ekosistem.

Ancaman tersebut menunjukkan persoalan ozon tidak hanya berkaitan dengan kondisi atmosfer. Kerusakannya juga mempunyai hubungan langsung dengan kesehatan manusia dan keberlangsungan kehidupan.

Protokol Montreal Jadi Titik Penting

Kekhawatiran terhadap kerusakan ozon akhirnya mendorong negara-negara membangun kerja sama internasional. Upaya tersebut kemudian menghasilkan sejumlah kesepakatan untuk melindungi lapisan atmosfer Bumi.

Protokol Montreal disepakati pada 16 September 1987 sebagai langkah mengendalikan bahan perusak ozon. Kesepakatan tersebut mengatur pengurangan produksi dan konsumsi berbagai zat berbahaya secara bertahap.

Kebijakan tersebut kemudian diterapkan berbagai negara melalui pembatasan bahan kimia perusak ozon. Penggunaan CFC dan sejumlah zat lainnya secara bertahap mulai dikurangi.

Protokol Montreal kemudian berkembang menjadi salah satu contoh penting kerja sama lingkungan internasional. Kesepakatan tersebut menunjukkan persoalan atmosfer membutuhkan tindakan bersama karena dampaknya melampaui batas negara.

Keberhasilan kerja sama tersebut juga memperlihatkan pentingnya penelitian ilmiah dalam pembentukan kebijakan. Temuan ilmuwan menjadi dasar negara-negara mengambil tindakan terhadap ancaman yang sebelumnya tidak terlihat langsung.

Pada 1994, Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 16 September sebagai Hari Internasional untuk Pelestarian Lapisan Ozon. Penetapan tersebut sekaligus mengenang penandatanganan Protokol Montreal tujuh tahun sebelumnya.

Ozon Berada di Jalur Pemulihan

Pengendalian bahan perusak ozon kemudian memberikan perkembangan positif terhadap kondisi atmosfer. National Today mencatat upaya internasional telah mengurangi sebagian besar zat perusak ozon.

Kondisi tersebut membuat lapisan ozon secara perlahan berada dalam proses pemulihan. Perjalanan pemulihan tetap membutuhkan waktu panjang karena sejumlah zat dapat bertahan lama di atmosfer.

Keberhasilan tersebut memperlihatkan dampak nyata dari kerja sama internasional berbasis penelitian ilmiah. Negara-negara dapat mengambil kebijakan bersama setelah memiliki pemahaman mengenai sumber permasalahan.

Namun, proses pemulihan bukan alasan untuk menghentikan perlindungan terhadap lapisan ozon. Pengawasan terhadap penggunaan bahan kimia tetap diperlukan seiring perkembangan industri dan teknologi.

Peralatan pendingin juga perlu digunakan dan dirawat dengan benar agar tidak terjadi kebocoran. Langkah sederhana tersebut membantu membatasi pelepasan bahan yang berpotensi merusak lingkungan.

Masyarakat dapat memilih produk ramah lingkungan dan menggunakan energi secara lebih bijak. Kesadaran tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan melalui kebiasaan sehari-hari.

Makna Hari Ozon Sedunia

Hari Ozon Sedunia menjadi pengingat bahwa kerusakan lingkungan dapat memengaruhi kehidupan secara luas. Persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah, industri, ilmuwan, hingga masyarakat.

Peringatan ini juga memperlihatkan bagaimana pengetahuan ilmiah dapat mendorong perubahan kebijakan dunia. Penelitian mengenai ozon akhirnya menghasilkan kerja sama internasional untuk melindungi atmosfer.

Masyarakat dapat menjadikan momentum 16 September untuk memahami fungsi lapisan ozon. Pengetahuan tersebut penting agar upaya menjaga lingkungan tidak berhenti hanya pada peringatan tahunan.

Perlindungan ozon pada akhirnya berkaitan dengan upaya menjaga kehidupan bagi generasi mendatang. Keberhasilan Protokol Montreal menunjukkan kerja sama bersama dapat menghasilkan perubahan lingkungan secara nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....