BPOM Dorong Penguatan Kesehatan Masyarakat untuk Ketahanan Nasional
- 15 Sep 2026 22:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan kesehatan masyarakat menjadi fondasi penguatan sumber daya manusia dan ketahanan nasional
- BPOM memastikan obat, bahan alam, suplemen, kosmetik, dan produk lainnya memenuhi aspek keamanan, manfaat, serta mutu
- Indonesia memiliki sekitar 31.000 sumber daya hayati yang berpotensi dikembangkan menjadi produk kesehatan berbasis bahan alam
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan kesehatan masyarakat menjadi fondasi penting dalam memperkuat sumber daya manusia dan ketahanan nasional. Menurutnya, penguatan kesehatan perlu dilakukan secara menyeluruh melalui sinergi pemerintah, organisasi masyarakat, pakar, serta berbagai pemangku kepentingan.
Taruna menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri Coffee Morning-Dialog Kebangsaan bertema ‘Rakyat Sehat, Negara Kuat’, Jumat, 11 September 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) tersebut menjadi forum untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan Dialog Kebangsaan yang mempertemukan pemerintah dan berbagai pihak dalam membahas isu kesehatan masyarakat. Ia menilai kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pelayanan, tetapi juga menjadi dasar kualitas sumber daya manusia serta ketahanan bangsa.
“Negara yang kuat membutuhkan rakyat yang sehat, produktif, dan mampu berkontribusi, karena itu, upaya kesehatan tidak cukup hanya mengobati ketika seseorang sakit. Kita harus memperkuat promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan, dan pemulihan secara terpadu,” ujar Taruna dalam Coffee Morning-Dialog Kebangsaan bertema ‘Rakyat Sehat, Negara Kuat’, Jumat, 11 September 2026.
Taruna menegaskan lembaganya berperan memastikan obat, obat berbahan alam, suplemen kesehatan, kosmetik, serta produk pengawasan lainnya memenuhi persyaratan. Persyaratan tersebut mencakup aspek keamanan, manfaat, dan mutu yang menjadi dasar perlindungan masyarakat dalam penggunaan produk kesehatan.
“Prinsipnya sederhana, masyarakat berhak memperoleh produk yang aman dan bermutu, karena itu, tugas BPOM tidak berhenti pada pemberian izin edar. Tetapi juga mencakup pengawasan proses produksi, peredaran, serta produk yang sudah berada di pasar,” ucapnya.
Ia juga menyoroti potensi kekayaan alam Indonesia untuk dikembangkan menjadi produk kesehatan berbasis bahan alam yang inovatif. Indonesia memiliki sekitar 31.000 sumber daya hayati yang berpotensi dikembangkan menjadi produk obat dan kesehatan berbasis bahan alam.
Pengembangan produk berbahan alam perlu didasarkan pada kajian ilmiah, standar keamanan, bukti manfaat, serta kualitas yang memenuhi ketentuan. Produk tersebut juga harus melalui proses produksi yang baik dan memastikan keamanan sebelum digunakan masyarakat.
“Produk kesehatan berbasis bahan alam tidak cukup hanya dikenal secara turun-temurun, tetapi harus memiliki bahan baku yang jelas, diproduksi dengan baik. Memenuhi standar mutu, aman digunakan, dan memiliki bukti manfaat sesuai klaimnya,” kata Taruna.
Taruna menekankan pentingnya hilirisasi hasil riset agar inovasi kesehatan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Platform ini mempertemukan hasil riset peneliti dengan pelaku usaha untuk mendorong inovasi menjadi produk sesuai standar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....